Nasional

46 WNI Korban TPPO Berhasil Dipulangkan, Imigrasi Soekarno-Hatta Bantu Proses Keimigrasiannya

Avatar of Redaksi
×

46 WNI Korban TPPO Berhasil Dipulangkan, Imigrasi Soekarno-Hatta Bantu Proses Keimigrasiannya

Sebarkan artikel ini
46 WNI Korban TPPO Berhasil Dipulangkan, Imigrasi Soekarno-Hatta Bantu Proses Keimigrasiannya I PojokPublik

POJOKPUBLIK.ID – Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus Soekarno-Hatta membantu proses keimigrasian kepulangan 46 WNI korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Meski dalam kasus yang berbeda, keseluruhannya dipulangkan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

“Ini bentuk dukungan kami terhadap pemberantasan TPPO, yang tentunya membutuhkan sinergi antar instansi,” ujar Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I Khusus Soekarno-Hatta, Muhammad Tito Andrianto, di Kanim Soekarno-Hatta, Jumat (26/5).

Pada kesempatan pertama, terdapat 26 orang korban TPPO dipulangkan dari Myanmar melalui Don Mueang, Thailand, menggunakan pesawat Batik Air ID7630 yang tiba pada pukul 21.30 WIB.

Ke-26 WNI ini merupakan korban TPPO yang berhasil diungkap oleh Satuan Tugas (satgas) TPPO Thailand yang kemudian bekerja sama dengan Satgas TPPO Indonesia.

Berikutnya terdapat 20 orang korban TPPO dipulangkan dari Myanmar melalui Manila, Filipina, menggunakan pesawat Cebu Pasific Airways dengan nomor penerbangan 5J759 yang tiba pada pukul 23.55 WIB. Ke-20 WNI ini merupakan korban TPPO yang terjebak pada situasi konflik di Myanmar. Mereka bahkan sempat disekap namun berhasil melarikan diri. Keseluruhannya kemudian diserahkan ke Bareskrim Polri untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DKI Jakarta, Ibnu Chuldun turut menyaksikan proses pemulangan WNI ini.

Menurutnya, hal ini masih bisa terjadi karena masyarakat sering kali masih mudah terbuai janji penghasilan yang besar di luar negeri, namun lupa untuk mengkonfirmasi kevalidan perusahaan perekrut. Ibnu juga memberi arahan agar kantor Imigrasi semakin gencar menginformasikan pada masyarakat agar lebih berhati-hati sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri.

“Saat ini kami sedang mengembangkan pusat data keimigrasian di wilayah kerja kami, hal ini nantinya juga dapat membantu mitigasi dugaan pelanggaran Keimigrasian atau usaha tindak pidana lainnya yang berhubungan dengan kami, selain itu kami juga terus menguatkan pengawasan Keimigrasian kami,” ujarnya.

Ibnu juga menginstruksikan kepada jajarannya Pegawai Divisi Imigrasi untuk semakin gencar menginformasikan kepada masyarakat untuk mengonfirmasi kevalidan perusahaan perekrut tenaga kerja di Luar Negeri.

“Saya berharap agar masyarakat tidak mudah terbuai dengan janji-janji mendapatkan penghasilan yang besar di Luar Negeri. Semoga masyarakat kita kedepannya tidak lagi menjadi korban tindak pidana perdagangan orang,” Pungkasnya.

(Red)