Tangerang

Astaga..!! Diduga Pelaksana CV. R-BLOCK Lalai Dalam Kegiatan Proyek Pemagaran dan Abaikan K3.

Avatar of Redaksi
×

Astaga..!! Diduga Pelaksana CV. R-BLOCK Lalai Dalam Kegiatan Proyek Pemagaran dan Abaikan K3.

Sebarkan artikel ini
Astaga..!! Diduga Pelaksana CV. R-BLOCK Lalai Dalam Kegiatan Proyek Pemagaran dan Abaikan K3. I PojokPublik

Pojokpublok.id, Kabupaten Tangerang – ABT (Anggaran Bantuan Tambahan), Pemerintah kabupaten tangerang dinas pendidikan yang sedang melaksanakan pembangunan Pemagaran yang terletak di SMPN 1 Balaraja, sumber dana APBD-P 2023 Pelaksana CV. R-BLOCK yang seharusnya menjadi tonggak perbaikan, ditemukan kelalaian serius dalam penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).Rabu (13/12/2023)

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

 

Pada saat awak Media dan LSM meninjau langsung ke lokasi salah satunya kegiatan Pemagaran yang terletak SMPN 1 Balaraja yang beralamat di Desa Telagasari Kecamatan. Balaraja Kabupaten. Tangerang – Banten. Pasalnya pekerja proyek terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) Dengan baik yang beresiko tinggi, pengawasan terhadap batas pekerjaan pun minim, mengakibatkan bongkahan debu yang berbahaya karna pembongkaran dan pemasangan yang tersebar tanpa kendali.

Baca Juga :

https://pojokpublik.id/proyek-siluman-pembangunan-u-ditch-tidak-sesuai-spesifikasi-alias-amburadul/

Melihat serangkaian kelalaian ini fabrikasi pembesian di lakukan di atas lantai keramik sekolah juga Tampa pembatas, dipertanyakan keseriusan pengelola proyek dalam menjaga keselamatan dan kesehatan para pekerja serta masyarakat sekitar, terutama Siswa Siswi SMPN 1 Balaraja.

 

Dampak proses Proyek Pemagaran juga menjadi sorotan, dengan proses yang dilakukan asal-asalan. Bongkaran Batu, Kayu, Kawat dan Besi bertebaran di sekitar area koridor sekolah, menciptakan lingkungan yang berantakan Terutama itu dekat Kantin yang berpotensi membahayakan siapa saja yang berada di dekatnya Terutama Siswa-Siswi Sekolah.

 

Ketika salah satu perkerja proyek di Wawancara oleh awak madia, ” Kalau mandor nama nya pak Rudi itupun jarang kesini pak paling seminggu sekali sambil bawa bahan material, tapi pelaksananya saya gak tau pak gak pernah ketemu sama sekali, ‘ ucap pekerja yang enggan disebutkan namanya.

 

Perlu tindakan segera dan perubahan yang serius dalam pengelolaan proyek ini agar keamanan dan kesehatan menjadi prioritas utama.

Sampai tayangnya berita ini pihak terkait terutama pelaksana dan mandor yang berada di lapangan belum dapat di temui.

(Irsyad/tim/red)