Debat Paslon BEM Unindra Alami Chaos, Mantan BEM Mengecap Otak Konflik

POJOKPUBLIK.ID – Debat Pasangan Calon (Paslon) Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unindra mengalami chaos (kekacauan).

Hal tersebut diduga akibat ada ungkapan rasis yang di ucapkan oleh salah satu pendukung paslon. Menanggapi hal itu, Bendahara Komunitas Aktivis Muda Indoenesia (KAMI) DKI Jakarta, Muhammad Yusuf mengecam aksi chaos yang dilakukan oleh sejumlah oknum saat debat paslon BEM unindra tersebut.

“Tentunya saya sangat sayangkan kejadian itu. Menurut saya, setiap perdebatan harus mengedepankan kepala dingin, dan jauhi ungkapan yang dapat mengundang konflik SARA,” Ujar Yusup kepada media (31/7/2022).

Yusup yang merupakan Mantan ketua BEM itu juga meminta kepada juniornya agar lebih kedepankan intelektualitas dan hindari setiap konflik apapun. Sebab, kata dia kegiatan itu adalah agenda kampus.

“Inikan agenda kampus, jadi penyelesaiannya harus didalam kampus. Untuk itu saya tekankan, bahwa permasalahan yang terkait dengan pemilihan Ketua BEM itu harus bersih dari hal kesukuan, agama dan juga ras,” tegas Yusuf.

Selain itu, Kampus Unindra adalah universitas yang punyai beragam suku mahasiswanya. Oleh karena itu, Yusuf meminta kepada adik-adik yang sedang ikut dalam pemilihan Ketua BEM untuk tidak menyinggung suku apapun.

“Prinsipnya kami sangat apresiasi kepada adik-adik kandidat paslon yang sedang berkontestasi. Namun, patut diingat. Bahwa dinamika yang terjadi harus kedepankan sikap yang persuasif,” ucapnya.

Sebagai penutupnya, Yusup mengajak agar setiap stakeholder, baik itu Mahasiswa, Dosen sampai dengan Rektor harus turut terlibat dalam mengawasi dan mengamankan kegiatan calon Ketua BEM Unindra. Karena menurut dia, kontestasi ini harus menjadi momentum yang jujur, adil dan sehat.

“Ya kalau ada yang ditutupi terkait mekanisme hingga teknis pencalonan ya harus dibuka secara transparan. Dan hal itu, harus libatkan dosen hingga rektor, agar persoalan konflik itu tidak berkepanjangan,” Tutup Yusuf.

You might also like