DKI Jakarta

Diduga Penggunaan Dana BOS 2022, SD Negeri Jatimurni V Diselewengkan

Avatar of Redaksi
×

Diduga Penggunaan Dana BOS 2022, SD Negeri Jatimurni V Diselewengkan

Sebarkan artikel ini
Diduga Penggunaan Dana BOS 2022, SD Negeri Jatimurni V Diselewengkan

Jakarta, Pojokpublik.id – Dalam penggunaan anggaran dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) SD Negeri Jatimurni V Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi pada tahun 2022, disebutkan untuk penyedian alat multimedia pembelajaran tahap 1 sebesar Rp. 36 juta.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Sementara langganan daya dan jasa Rp. 9 juta, dan selanjutnya digunakan kembali dana untuk kegiatan yang sama Rp. 31 juta.

Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp. 11 juta dan pengembangan perpustakaan senilai Rp. 51 juta. Pemeliharaan sarana dan Prasarana sekolah sebesar Rp. 19 juta.

Penyediaan alat multi media pembelajaran tahap 1 sebesar Rp. 48 juta. Penyediaan alat multimedia pembelajaran tahap 2 Rp. 23 juta. Penyediaan alat multimedia pembelajaran untuk tahap 3 Rp. 33 juta.

Sehingga jika ditotal secara keseluruhan untuk kegiatan penyediaan alat multimedia pembelajaran tahun 2022, menghabiskan anggaran sebanyak Rp. 140 juta.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh sejumlah sumber di sekolah, diduga untuk kegiatan penyediaan alat multimedia pembelajaran di tahun tersebut. “Anggaran terserap namun tidak sesuai dengan jumlah kebutuhan barang yang dibeli”.

Ada beberapa jenis barang yang tidak mendapatkan perawatan dan pemeliharaan. Pembelian atau pergantian barang baru pun bisa dihitung jari,” kata sumber tersebut.

Tidak jauh berbeda yang terjadi dengan kegiatan pengembangan perpustakaan di sekolah, masih kondisinya tidak jauh berubah seperti di tahun sebelumnya. “Keberadaan buku di dalam Perpustakaan terkesan semraut dan jumlah buku baru hanya sedikit”. Gedung Perpustakaan pun masih dalam kondisi yang memprihatinkan,” tambah sumber mengakhiri.

Mantan Kepala SD Negeri Jati Murni V, Karlan Ria Karyono yang kini menjabat Kepala SD Negeri Jati Rahayu III ketika dikonfirmasi tidak pernah berada disekolah dengan sejumlah alasan yang disampaikan oleh gurunya. Begitu juga melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon seluler di no hp 0857-8206-XXXX beberapa waktu lalu terkait persoalan tersebut. “Sampai berita ini ditayangkan, belum dapat dimintai keterangan”.

Menurut Pemerhati Pendidikan dan Kebijakan Publik Ahmad Ridwan, menjelaskan penggunaan anggaran negara yang di kucurkan ke sekolah, “Harus dipergunakan sesuai dengan kebutuhan sekolah, Senin (1/4/24) pagi. Dan tidak boleh diselewengkan dalam penggunaannya karena dapat terancam
sanksi pidana,” pungkas Ridwan.

(JK 02)