Dirjen Zudan Fokuskan Layanan Dukcapil Adaptif dengan Perkembangan Teknologi

POJOKPUBLIK.ID, SURABAYA – Untuk memenuhi tuntutan masyarakat, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus berupaya meningkatkan pelayanan. Terlebih, pemohon layanan dokumen kependudukan tidak hanya menginginkan pelayanan yang gratis, tetapi juga cepat. 

Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan sejumlah tonggak-tonggak lompatan pencapaian Dukcapil. Diawali dengan launching Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) di Batam pada 2018.

“Pada 8-9 Februari 2018 kita launching Dukcapil Go Digital di Batam. Setelah itu pada 8-9 Februari 2019 diluncurkan dokumen kependudukan dengan Tanda Tangan Elektronik. Kemarin di Bali tanggal 8-9 Februari 2022 Dukcapil kembali meluncurkan layanan adminduk dalam genggaman. Dukcapil terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” papar Zudan dalam Rakor Kebijakan Peningkatan Kinerja Pelayanan Administrasi Kependudukan Se Jawa Timur, di Surabaya, Rabu (15/6/2022) malam.

Baca juga: Dirjen Zudan Kembali Ingatkan Corporate Culture Dukcapil BISA

Zudan mengingatkan, birokrasi Dukcapil harus gesit dan responsif. Semangatnya dituangkan dalam beberapa Permendagri seperti Permendagri No. 108 dan No. 109 Tahun 2019. Pegawai Dukcapil harus berpikir serba sistem, peduli, gotong royong dan bertanggung jawab.

Wujudnya sistem SIAK terus dibenahi dari SIAK Terdistribusi menjadi SIAK Terpusat. Dengan sarana SIAK Terpusat Dukcapil bisa rekam cetak KTP-el dan dokumen kependudukan lainnya di luar domisili.

“KTP-el itu yang tanda tangan bukan petugas Dukcapil tapi penduduk itu sendiri sehingga bisa dicetak di manapun,” ucap Zudan.

Ia juga menjelaskan, layanan dukcapil tidak boleh parsial namun harus terintegrasi.

“Bayi baru lahir selain dapat akta lahir, Biodata, dan KIA, orangtuanya dapat KK baru,” katanya.

Zudan menambahkan, dukcapil harus menerapkan kerja gotong royong, apabila blanko kosong (habis) bisa meminjam ke dinas dukcapil terdekat yang blankonya masih berlebih.

Baca juga: Dirjen Dukcapil Kemendagri Dorong Papua Barat Terapkan Satu Data Kependudukan

Di tempat yang sama, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ikut berbangga lantaran Jatim berhasil meraih kinerja Level 4 bersama DIY, Jateng, DKI Jakarta, Sumbar, Lampung, Kaltim, dan Sulsel.

Melalui Kadis DP3AK Jatim Restu Novi Widiani, Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih pada para Kadis Dukcapil se Jatim yang terus mendukung pencapaian tersebut.

“Pada Triwulan ke-2 jangan sampai turun menjadi Level 3,” kata Kadis Restu.

Kinerja Disdukcapil diukur dengan capaian terhadap 10 indikator. Mulai dari Perekaman KTP-el 99,3 persen, Kepemilikan KIA 40 persen, penggunaan kertas putih pada 18 dokumen kependudukan, dan Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada 18 dokumen.

Selain itu, Layanan Adminduk Secara Online, Pelayanan Terintegrasi, Kepemilikan Akta Kelahiran 97 persen, Perjanjian Kerja Sama (PKS), Akses Pemanfaatan Data dan Penggunaan Buku Pokok Pemakaman, juga menjadi indikator penilaian kinerja tersebut.

(Nanda)

You might also like