DKI Jakarta

Disebut Haram, Wayang Malah Dijadikan Souvenir Pernikahan

Avatar of Redaksi
×

Disebut Haram, Wayang Malah Dijadikan Souvenir Pernikahan

Sebarkan artikel ini
Disebut Haram, Wayang Malah Dijadikan Souvenir Pernikahan I PojokPublik

POJOKPUBLIK.ID JAKARTA – Ceramah Ustadz Khalid Basalamah tentang wayang beberapa waktu lalu, telah menuai kontroversi dan menjadi polemik ditengah masyarakat. Lantaran didalam ceramah yang diunggah disalah satu Chanel YouTube tersebut menyatakan bahwa wayang haram dan harus dimusnahkan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Ceramah tersebut langsung mendapat reaksi keras dari banyak kalangan, terutama dari para penggiat budaya nasional dan orang – orang yang menyukai seni wayang. Bahkan beberapa pihak sempat melaporkan Ustadz Khalid Basalamah ke Polisi agar ucapannya tersebut diproses. Namun demikian, Ustadz Khalid Basalamah sudah meminta maaf dan mengklarifikasi ucapannya 24/2.

Protes terhadap ceramah Ustadz Basalamah tersebut juga disuarakan oleh pasangan mempelai yang sedang melaksanakan pernikahan. Pasangan tersebut membagikan souvenir gantungan kunci untuk tamu yang datang dalam bentuk wayang. Hal ini dilakukan semata-mata hanya untuk menolak apa yang dikatakan oleh Ustadz Khalid Basalamah.

Kedua mempelai tersebut, Aditya (22) dan Agisna (20) melangsungkan pernikahan pada tanggal 12 Februari 2022, berlokasi di Kecamatan Sukmajaya kota Depok.

“Saya sudah tahu bahwa wayang sedang ramai diperbincangkan, maka itu saya hanya ingin menyuarakan, bahwa jangan sampai ada yang berupaya menghapus tradisi dan adat istiadat orang Indonesia.” kata Aditya saat dihubungi dirumahnya.

Acara pernikahan yang juga dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat tersebut, banyak dihadiri oleh warga sekitar dan kerabat. Sebagian besar yang hadir mendapatkan Souvenir berupa gantungan kunci berbentuk wayang.

“Saya suka dengan souvenir wayang. Kebetulan saya juga suka wayang ” kata Tauchid Mayasa (20) salah satu tamu yang saat itu menghadiri hajatan.

Menurut pengakuan dari salah satu mempelai, bahwa sebelum ada polemik tentang wayang, mereka memang sudah merencanakannya terlebih dahulu. Bahkan ada beberapa pilihan lain selain wayang yang akan dijadikan souvenir. Namun setelah menjadi polemik, mereka malah memutuskan wayang sebagai souvenir diacara pernikahan. Mengingat sang mempelai juga termasuk orang yang mencintai budaya Indonesia.

“Sebenarnya ini hanya untuk sosialisasi sekaligus mengingatkan kepada para tamu yang datang, agar selalu melestarikan kebudayaan Indonesia.” tambah Aditya ditemani Istrinya.

Aditya dan Istrinya juga berharap, agar jangan sampai ada pemusnahan kebudayaan Indonesia, terlebih lagi wayang yang telah berguna bagi Walisongo untuk mensyiarkan agama Islam hingga besar seperti saat ini.