Dugaan Kasus Paencabulan Siswi SdN di Lebak

Kasus pencabulan di Lebak, Rabu (16/8)

PojokPublik.id Lebak – Dugaan kasus pencabulan anak dibawah umur, terhadap salah seorang siswi SDN kelas 1, diwilayah Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Hal ini menjadi sorotan publik, lantaran sebuah rekaman video yang berdurasi 3 menit 19 detik itu tersebar dimedia sosial (medsos) bahakan bukan hanya di medsos, namun dugaan ini pun ramai diberitakan oleh media online, yang terbit pada tanggal 9 Agustus 2022.

Yakni, dalam percakapan di video tersebut, seorang lelaki yang nampak sedang berbincang-berbincang dengan anak kecil, yang diduga korban pencabulan tersebut.

Pasalnya, terdengar lelaki itu mempertanyakan korologis kejadian kepada korban anak dibawah umur itu, dan korban menjelaskan sebut saja nama samaran Mawar (7) dengan menggunakan bahasa sunda, saat dirinya dicabuli, artinya bahasa indonesia, begini penjelasannya.

“Disuruh diperosotin kata neng jangan nanti dimarahin mamah, terus pak guru (Husni) nyuruh maksa neng. Neng maksa Pak AG, terus temen-temen neng kedengeran kali neng teriak, terus temen-temen neng balik ke kelas,” jelas korban saat ditanya lelaki dalam video

Sambung korban,”Terus Pak AG juga kedengaran kali suara sendal temen-temen kk, terus dianya langsung buru-buru pake celana, terus kk juga cepat-cepat pake celana. Terus kk pulang, terus dia ngejar kk sampe jatoh kk,” begitu kurang lebih pengakuan korban divideo tersebut.

Sementara, menurut keterangan terduga pelaku berinisial AG, saat diwawancarai oleh awak media online Sidik Kriminal ditempat kediamannya, beliau mengatakan ada kejanggalan dalam dugaan kasus ini lantaran didalam percakapan video itu antara korban dengan lelaki yang tidak dikenal, ada salah satu nama yang disebut korban.

“Saya sangat menyayangkan dengan adanya berita yang beredar, tanpa konfirmasi kesaya dulu, sedangkan saya pun bingung karena saya tidak merasa melakukan hal itu, dan awalnya Kepala Sekolah yang dituduh atas dugaan pencabulan itu, soalnya saya dipanggil oleh Kepsek sebelum naik berita.” Katanya. Senin (15/08/2022)

Lalu kata AG, Kepsek mengatakan ada guru yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap siswi kelas 1. Namun, tiba-tiba setelah saya baca berita dimedia online ko nama saya yang muncul berinisial AG. Setelah itu saya mendapatkan surat dari sekolah kalau saya jangan mengajar disekolah dulu sebelum isu dugaan kasus pencabulan ini selesai, sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Kemudian kata AG didalam percakapan yang diduga korban dengan lelaki yang saya tidak kenal di video itu, ada nama yang disebutkan oleh korban, yaitu atas nama guru Husni, terus nama saya yang disebut, sedangkan disekolah kami tidak ada yang namanya Husni, jadi bingung saya, dan saya berani disumpah apapun itu.

“Kalau bisa saya pertemukan dengan korban, saya bukan pelakunya, pasti kalau anak kecil tidak akan bisa bohong, jujur dengan adanya berita itu keluarga saya jadi sok semuanya apa lagi saya yang tertuduh, sedangkan saya tidak tau apa-apa, dan menyentuh anak itu pun saya belum pernah selain salaman pulang sekolah.” Ujar AG.

Untuk sementara itu Kepala Sekolah (Kepsek) SDN tersebut berinisial SM (45) mengungkapkan,”Sebenarnya saya juga tidak tau apa-apa, tapi saya taunya dipanggil oleh Ketua Korwil disuruh ke kantor, kata Pak Korwil ada info bahwa bapak katanya diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap siswi kelas 1, jadi kaget saya.

Setelah itu saya panggil Pak AG, dan saya memanggil Pak AG, bukan untuk menuduh tapi hanya ingin ngasih tau. Kalau disekolah kita ini katanya ada pelecehan seksual, terhadap siswi kelas 1, karena saya mendapatkan info dari Ketua Korwil dan coba telusuri siapa orangnya.

Karena saya sama sekali tidak tau soalnya saya jadi Kepsek disekolah ini baru 3 harian, dan kalau mengenai video yang beredar, korban menyebutkan nama Husni sebelum AG, saya justru baru tau, sedangkan nama guru atas nama Husni tidak ada disekolah kami, dan di media online juga atas nama Husni tidak disebutkan.

“Jadi untuk sementara kami juga masih bingung siapa sebenarnya pelakunya,”pungkasnya.

You might also like