Example floating
Example floating
DKI JakartaHukum & KriminalNasionalPolri

Dulu Pengacara Brigadir J, Kini Kamaruddin Simanjuntak Ditetapkan Tersangka Oleh Bareskrim Polri

Avatar of Editor klan
×

Dulu Pengacara Brigadir J, Kini Kamaruddin Simanjuntak Ditetapkan Tersangka Oleh Bareskrim Polri

Sebarkan artikel ini
Kamaruddin Simanjuntak

POJOKPUBLIK.ID Jakarta – Kamaruddin Simanjuntak ditetapkan sebagai tersangka terkait penyebaran berita hoax yaitu keterangan dari Kamarudin mengenai dana capres Rp 300 triliun yang ditudingkan kepada ANS Kosasih.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Penetapan Kamarudin sebagai tersangka pun berdasarkan surat yang telah diterbitkan bernomor S.Tap/85/VIII/RES.1.14/2023/Dittipidsiber pada Senin 7 Agusus 2023 dan ditandatangani oleh Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Adi Vivid.

Sejalan dengan terbitnya surat yang dimaksud, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Adi Vivid Bachtiar mengkonfirmasi atas kebenaran informasi penetapan Kamaruddin Simanjuntak sebagai tersangka.

“Benar,” ungkap Adi kepada detikcom, Rabu (9/8/2023).

Dijelaskan dalam surat penetapan Kamaruddin Simanjuntak sebagai tersangka, ia menyebarkan informasi bohong yang dilebih-lebihkan dan memicu keonaran di publik dengan tujuan menyerang nama baik seseorang. Berdasarkan hal itu Kamaruddin Simanjuntak dikenakan pasal 14 ayat (1) dan/atau Pasal 14 ayat (2) dan/atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 310 ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 311 ayat (1) KUHP.

Kilas Balik

Buntut penetapan Kamaruddin Simanjuntak yaitu atas pelaporan dari Direktur Utama PT Taspen, ANS Kosasih bersama dengan kuasa hukumnya Duke Arie Widagdo ke Polres Metro Jakarta Pusat.

“Iya sudah dilaporkan tadi siang di Polres Metro Jakarta Pusat,” ujar Duke selaku kuasa hukum ANS Kosasih saat dihubungi wartawan, (5/9/2022).

Dalam laporan bernomor LP//B/1966/IX/SPKT/POLRES METROPOLITAN JAKPUS/POLDA METRO JAYA tanggal 5 September 2022, ANS Kosasih juga menyertakan beberapa bukti berupa video, undangan konferensi pers, serta putusan persidangan terkait perceraian.

“Mengenai tudingan adanya pengelolaan dana Rp 300 triliun untuk capres itu kan nggak benar, kemudian yang kedua terkait cashback investasi dana Rp 300 triliun melalui wanita-wanita yang dinikahi juga itu tidak benar. terkait masalah pribadi, menuduh telantarkan anak, nggak bayar SPP, itu juga nggak benar,” ujarnya.

Pengacara yang ditunjuk ANS Kosasih sebagai kuasa hukumnya itu pun berharap laporan tersebut segera diproses.

“Harapannya agar ini segera terungkap dan nama Pak ANS Kosasih bisa pulih kembali karena ini sangat tidak berdasar tuduhannya itu,” harapnya.

Latar Belakang Pelaporan

Awal mula pelaporan Dirut PT Taspen ini karena beredarnya video dan pernyataan Kamaruddin Simanjuntak yang menuding ANS Kosasih menitipkan uang sebesar Rp 300 triliun kepada wanita-wanita untuk diinvestasikan.

“Ini saya kasih tahu nih, kasih tahu KPK seorang Dirut BUMN mengelola Rp 300 triliun, disuruh atau atas inisiatif sendiri memacari berbagai wanita. Selanjutnya, wanita ini ditaruh di apartemen, salah satunya di residence Jakarta Barat, itu bintang 7. Wanita ini dititipi uang dengan cara uang yang Rp 300 triliun diinvestasikan, lalu ada cashback, cashback-nya diinvestasikan,” ujar Kamaruddin dalam video yang tengah beredar dan viral.

“Si perempuan-perempuan ini yang tidak secara resmi, atau dinikahi, secara gaib ini, kayaknya wanita-wanita ini bisa transaksi Rp 200 juta per hari. Entah uang dari mana, saya nggak ngerti kalian kasih berapa gaji dirut BUMN itu. Namanya PT Taspen,” tambahnya.

Kamaruddin mengungkapkan ia adalah kuasa hukum dari istri sah ANS Kosasih yakni Rina Laudwy. Ia juga membeberkan bahwa ANS Kosasih sampai belum membayar SPP sekolah anaknya sendiri.

“Ajaibnya sampai detik ini anaknya kandung sekolah SD belum dibayar SPP-nya dari istri yang resmi. Nama istrinya ini klien saya namanya Rina,” ungkapnya.