Hukum & Kriminal

Kacau, Biksu Datangi Persidangan Kasus Pidana di Pengadilan Jakarta Utara

Avatar of Redaksi
×

Kacau, Biksu Datangi Persidangan Kasus Pidana di Pengadilan Jakarta Utara

Sebarkan artikel ini
Kacau, Biksu Datangi Persidangan Kasus Pidana di Pengadilan Jakarta Utara I PojokPublik
Keterangan foto : Seorang pria berkepala plontos dengan mengenakan jubah berwarna kuning, tampak mendatangi Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jumat (26/4/2024)

Pojokpublik.id Jakarta – Seorang pria berkepala plontos dengan mengenakan jubah berwarna kuning, tampak mendatangi Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) di Jalan RE Martadinata No 4, Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis siang (25/4/2024).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pria yang datang bersama seorang temannya itu, langsung menuju Ruang Prof R Subekti atau Ruang 7, di Lantai 2, Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut). Ternyata, pria yang mengenakan jubah kuning itu adalah seorang rohaniawan Buddhis senior, bernama Bikkhu Bodhi Wijaya Ng Jagarapanno atau yang akrab dikenal Banthe Bodhi.

“Datang untuk melihat proses persidangan. Sebab, ada seorang Suhu bernama Vira Vasu yang menjadi Terdakwa. Namun dia tetap mengenakan atributnya sebagai rohaniawan Buddha dalam proses hukum. Itu seharusnya tidak boleh,” tutur Banthe Bodhi.

Banthe Bodhi hadir di persidangan hari itu sebagai pengunjung sidang, layaknya para pengunjung lainnya, karena persidangan terbuka untuk umum. Di ruang Prof R Subekti atau Ruang 7, di Lantai 2, Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut). Tampak sudah menunggu puluhan orang di dalam ruang persidangan.

Terlihat Biksu Perempuan atau Biksuni Eva Jauwan alias Suhu Vira Vasu duduk di antara deretan bangku pengunjung, bersama Aky Jauwan yang merupakan ayahnya, sekaligus juga sebagai Terdakwa dalam kasus yang sama. Selain kedua Terdakwa, di barisan tempat duduk mereka juga ada tim kuasa hukumnya, dan juga dua orang saksi dari pihak keluarga Jauwan, yakni seorang perempuan setengah baya bernama Tan Liu Lie, bersama putrinya bernama Meta Dewi.

Keduanya adalah sudara ipar dan sepupu dari isteri Aky Jauwan bernama Emi yang sudah meninggal dunia pada 2016 silam. Tan Liu Lie dan Meta Dewi dihadirkan ke muka persidangan sebagai Saksi. Sedangkan Banthe Bodhi tampak duduk di barisan tempat duduk yang berbeda dengan para Terdakwa. Banthe Bodhi tampak tenang berdiam diri, dan dengan seksama memperhatikan dan mengikuti setiap detail di ruang sidang tersebut.

Persidangan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Persidangan kasus pidana dengan Nomor Perkara 246/Pid.B/2024, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), dengan Terdakwa seorang rohaniawan atau biarawati Buddhis bernama Biksuni Eva Jauwan alias Suhu Vira Vasu dan Aky Jauwan yakni Perkara Tindak Pidana Menyuruh Menempatkan Keterangan Palsu Kedalam Akta Autentik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Pasal 266 KUHP), telah mencoreng institusi dan umat Buddha.

Persidangan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim bernama Syofia Marlianti T, dengan anggota Majelis Hakim Hotnar Simarmata (Anggota Majelis Hakim), dan Dian Erdianto (Anggota Majelis Hakim).