DKI Jakarta

Kepala SDN Utan Kayu Selatan 011 Pagi Gemar Buat Laporan Kegiatan Fiktiv?

Avatar of Redaksi
×

Kepala SDN Utan Kayu Selatan 011 Pagi Gemar Buat Laporan Kegiatan Fiktiv?

Sebarkan artikel ini
Kepala SDN Utan Kayu Selatan 011 Pagi Gemar Buat Laporan Kegiatan Fiktiv? I PojokPublik

 

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Jakarta, Pojokpublik.id – Tersandung kasus dugaan laporan fiktiv dalam kegiatan ekskul, monopoli rekanan, dan sekaligus menerima setoran fee. Kepala SDN Utan Kayu Selatan 011 Pagi Kecamatan Matraman Jakarta Timur Gress Debby Peterz, S.Pd., ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut, Rabu (29/2/23), sore.

“Bukan memberikan keterangan malah keluar dari ruangan meninggalkan awak media”. Kemudian masuk kembali ke dalam ruangan bersama tiga orang guru, dua pria dan satu wanita. Melihat kedatangan para guru tersebut, justru membuat suasana di ruangan itu mulai menghangat.
Gress bukan memberikan tanggapan perihal masalah dugaan pelaksanaan kegiatan ekskul yang tidak sesuai dengan apa yang dilaporkan dalam eRKAS. “Namun berbeda prakteknya di lapangan”.
Berikut petikan yang disampaikan oleh sejumlah orang tua murid siswa kelas II dan III, sebut saja Wati, Mia, Susi dan Mita, bukan nama sebenarnya.

“Sejak anak kami duduk di kelas I hingga naik kelas, belum pernah mengikuti kegiatan ekskul sampai empat kali dalam sebulan,” beber Mia.

Ketika ditanya kenapa tidak dilaporkan ke pihak sekolah, mereka secara serempak memberikan jawaban sama siapa pa.? “Nanti kami malah dituding sebagai biang keladi ketidak nyamanan di sekolah”.

Kalau saja kami yang kena dampaknya, bagaimana kalau dari apa yang kami sampaikan ke sekolah malah justru berimbas kepada anak”. Dan siapa yang akan bertanggung jawab, dalam hal ini,” ungkap Wati balik bertanya? Masalah ekskul yang terjadi di sekolah, hal serupa kami alami juga,” ujar Mia menambahkan.

Masalah kegiatan perawatan dan pemeliharaan gedung dan lainnya di sekolah. “Telah diimonopoli oleh salah satu pihak rekanan saja dari sekian banyaknya pagu anggaran BOS yang digelontorkan oleh pihak sekolah”.

“Patut dicurigai masalah fee dari rekanan yang langsung masuk ke kantong pribadi Kepsek? Hal tersebut belum memperoleh tanggapan dari Gress. Karena dia terlihat terburu – buru keluar dari ruangan dengan satu alasan ada keperluan ke salah satu Rumah Sakit di Bekasi

Menurut pegiat anti korupsi dan kebijakan publik Irwansyah, SH., bila oknum.Kepsek memperlihatkan kesan lepas dari tanggung jawab, maka sudah menandakan sinyal ketidak beresan dalam penggunaan agaran di sekolah tersebut? Jum’at (1/3/24) siang.

“Karena bukan guru yang mempertanggung jawabkan masalah penggunaan dan pengeluaran anggaran di sekolah, melainkan Kepsek yang bersangkutan”.

Sehingga jika ada rekan media yang datang ke sekolah menyampaikan pertanyaan maka hadapilah sesuai dengan Tupoksi sebagai Kepsek. “Jangan malah sembunyi di ketiak guru,” sebut Irwan sambil tetsenyum.

(JT 02)