Daerah

Ketersediaan Pupuk dan Akses Lapangan Kerja Masih Menjadi Keluhan Warga di Cilacap dan Banyumas

Avatar of Redaksi
×

Ketersediaan Pupuk dan Akses Lapangan Kerja Masih Menjadi Keluhan Warga di Cilacap dan Banyumas

Sebarkan artikel ini
ketersediaan pupuk

Sulitnya ketersediaan pupuk dan lapangan kerja menjadi salah satu keluhan masyarakat dan generasi muda di wilayah Kabupaten Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah,

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

“Masyarakat disini kebanyakan adalah petani dan keluhan mereka yang berhasil kami tangkap adalah masalah ketersediaan pupuk yang saat ini kuotanya berkurang, dan pendataan penerima pupuk tidak ideal. Itu sudah menjadi masalah mendasar,” ungkap Wahid Mu’tasim Billah, saat bertemu masyarakat pada acara Musyawarah Reboan di wilayah Banyumas, Jumat (04/08/2023).

Selain itu dari perbincangan dengan kalangan anak muda, banyak laporan mengenai sulitnya mencari pekerjaan. “Karena di daerah kami banyak anak muda yang setelah selesai SMA atau SMK biasanya langsung merantau ke kota seperti Jakarta, Kalimantan, atau bahkan luar negeri untuk bekerja.”

Menurut Wahid, yang merupakan caleg PKS untuk DPRD Jawa Tengah dari Dapil Jawa Tengah XI tersebut forum bersama warga seperti Musyawarah Reboan yang digelar pendukung Anies Baswedan amat perlu dilakukan dan efektif jika digelar setiap minggu. “Kegiatan forum diskusi bersama warga efektif dalam menjaring aspirasi terutama suara-suara perubahan di tingkat desa,” jelasnya.

Tak hanya setiap minggu, ia rutin mendatangi forum-forum warga lainnya untuk membangun bonding setingkat RT dan RW dan membentuk simpul-simpul tim pemenangan di tiap desa hingga level RT/RW.

“Karena ketika bonding di masyarakat kuat maka akan semakin mengakar dan semakin meyakinkan bahwa Anies Baswedan memang layak menjadi presiden,” sambungnya.

Menurut Sekjen Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) Raharja Waluya Jati, mengidentifikasi keresahan masyarakat dan problem sosial adalah salah satu tugas utama pendukung kandidat capres Anies Baswedan.

“Berinteraksi bersama masyarakat dengan cara berbicara dan terjun langsung. persoalan di lapangan, keresahan dan keinginan warga akan dapat teridentifikasi secara nyata,” katanya.

Dengan cara ini pendukung Anies bisa mendekatkan masyarakat dengan kandidat serta mengangkat suara akar rumput sehingga dapat didengar langsung oleh Anies Baswedan.

“Musyawarah Reboan bisa menjadi contoh bagaimana demokrasi dibawa hingga ke depan pintu masyarakat baik di daerah rural maupun perkotaan,” sambungnya.

Musyawarah Reboan merupakan kegiatan yang digelar setiap Rabu malam di berbagai daerah hingga level desa oleh pendukung Anies Baswedan bersama caleg Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dan masyarakat setempat.