Maraknya Pangkalan LPG 3Kg Ngampas, Masyarakat Kecil Kena Imbas

POJOKPUBLIK.ID LEBAK – Maraknya pangkalan nakal yang menjual gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) 3kg yang di subsidi oleh Pemerintah ke warung-warung pengecer, atau yang biasa disebut “ngampas” membuat harga gas 3kg yang beredar di Rangkasbitung rata-rata diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini jelas sangat merugikan masyarakat kecil, yang seharusnya membeli dengan harga murah, karena sudah disubsidi Pemerintah, kini harus membeli dengan harga cukup tinggi dari yang semestinya.

pantauan awak media belum lama ini di daerah Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Banten, salahsatu pemilik warung pengecer gas 3kg yang enggan disebut namanya mengaku membeli gas LPG 3kg dalam jumlah banyak dari seseorang yang mengantarkan ke warungnya menggunakan mobil pick up.

“Ada yang Anter (gas LPG 3kg) pake mobil losbak (pick up) biasanya saya ngisi seminggu itu 2x tergantung penjualan sih pak (menyebut wartawan) biasa ngisi 20 tabung kadang 25 tabung”. Tuturnya Kamis (07/04/2022)

Sang pemilik warung pun mengaku tidak tahu dimana tempat pangkalan gas LPG 3kg atau biasa disebut gas melon, yang sering mengantar ke warungnya, ia pun mengaku membeli gas elpiji 3kg dengan harga Rp 22.000,-

“Gak tau kalau masalah pangkalannya dimana, itu mah biasa yang ngampas banyak kok yang begitu, saya beli dari mereka Rp. 22.000,- dijual Rp. 27.000,- ke pelanggan”. Jelasnya

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Dedi Setiawan mengatakan, jika memang terdapat pangkalan nakal yang menjual gas LPG 3kg kepada pengecer maka kita (Disperindag) akan melakukan tindakan tegas.

“Jika terdapat pangkalan nakal yang menjual gas LPG bersubsidi 3kg kepada pengecer, apalagi menjual jauh diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) kita akan memberikan surat peringatan hingga pencabutan izin”. Tegasnya

Sebagai informasi, pelaku Usaha LPG yang menjual LPG 3 Kg bersubsidi diatas Harga HET bisa dipidana karena melanggar Undang-undang tentang perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 8 ayat 1 huruf a dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda sebanyak Rp 2 Miliar.

selain melanggar UU RI Nomor 8 Tahun 1999, Pelaku Usaha yang menjual LPG 3 Kg bersubsidi diatas Harga HET juga bisa di kenakan Pasal 53 huruf c dan d juncto pasal 23 ayat 2 huruf a dan d undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang migas dengan ancaman penjara 3 tahun dan denda paling banyak Rp 30 miliar.

(Angga)

You might also like