Nasional

Pemerintah Mesti Lebih Serius Urus Stunting

Avatar of Redaksi
×

Pemerintah Mesti Lebih Serius Urus Stunting

Sebarkan artikel ini
stunting

Musyawarah Reboan yang dilakukan di wilayah Gayamsari, Genuk dan Pedurungan di kota Semarang tidak hanya sebatas forum diskusi antar warga.

Tak hanya membahas dukungan pada Anies Baswedan, dalam forum tersebut juga dibahas cara mengatasi masalah kesejahteraan bagi Ibu hamil, melahirkan, dan bayi baru lahir.

“Itu sangat dibutuhkan oleh kalangan tidak mampu. Bagaimana kita mau menuju Indonesia emas di saat anak-anak yang dilahirkan ini mengidap stunting,” kata Salah seorang pelaksana Musyawarah Reboan, Suhartono, Selasa 1 Agustus 2023.

Ia mengatakan dirinya berusaha melakukan follow up kebutuhan warga yang terungkap dalam forum tersebut.

“Hikmah dari adanya pertemuan rutin dengan warga dalam Musyawarah Reboan adalah kita dapat mengidentifikasi kondisi warga, bahkan kondisi kesehatannya. Sehingga kita bisa membantu warga yang sakit untuk berobat,” kata caleg PKS DPRD Kota Semarang dapil 2 ini.

Bahkan pada minggu lalu ia membantu memfasilitasi pengobatan warga yang mengeluhkan sakit, “ini bisa saya katakan sebagai manfaat nyata dari Musyawarah Reboan,” paparnya.

Suhartono menyebut Musyawarah Reboan cukup efektif untuk mendengar suara rakyat dan mendekatkan diri pada masyarakat.

“Saat ini antusiasme masyarakat tinggi, sehingga dalam musyawarah sering menjadi ajang untuk mendukung Anies saja. Namun karena ini masih awal, jadi cukup wajar. Kedepannya kita akan tawarkan untuk menjaring aspirasi masyarakat secara lebih intensif.”

Suhartono yang telah menyelenggarakan Musyawarah Reboan lebih dari 10 kali mencatat topik terkait ketidakadilan banyak menjadi pembicaraan masyarakat.

Secara terpisah, Sekjen Sekretaris Kolaborasi Indonesia (SKI) menerangkan Musyawarah Reboan digelar warga secara rutin setiap Rabu di setiap desa.

“Musyawarah ini akan menjadi forum bertemunya seluruh elemen perubahan, mulai dari anggota kelompok pendukung Anies, anggota partai Koalisi Perubahan untuk Persatuan, hingga warga masyarakat yang mendukung perubahan dalam Pemilu 2024,” tutup Jati.