Hukum & Kriminal

Petani Berharap Mendapatkan Kepastian Hukum Oleh Pemerintah

Avatar of Redaksi
×

Petani Berharap Mendapatkan Kepastian Hukum Oleh Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Petani Berharap Mendapatkan Kepastian Hukum Oleh Pemerintah I PojokPublik

Pojokpublik.id-Jakarta, Puluhan anggota Kelompok Tani Berkat Bersama asal Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur melakukan aksi rasa ke Istana Presiden,Kantor Menkopolhukam, Kantor Menteri ESDM (7/7/2023).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam orasinya, Safril Partang, SH, MH selalu kuasa hukum mengatakan ” Kedatangan kami ke sini adalah minta kepastian dan mendapatkan kejelasan atas surat Perlindungan Hukum yang dikirim kesemua Instansi termasuk Presiden yang hingga saat ini belum ada jawaban”, ujar Safril dalam orasinya.

Para petani penggarap ini datang untuk mendapatkan kepastian hukum karena lahan garapan mereka di serobot oleh PT. Kaltim Prima Coal (KPC) yang berkantor di M1 building Mine, Sangatta, Kutai Timur.

Kami sudah mengirim Surat Kelompok Tani Berkat Bersama kepada Presiden RI Nomor 045/P/SPAdv/V/2023 tanggal 14 Mei 2023 Perihal “Perlindungan Hukum”, namun hingga saat ini tidak ada jawaban makanya kami datang kesini sembari berharap pemerintah memperhatikan permasalahan petani yang lahannya di caplok oleh perusahaan.

Para pengunjuk rasa datang dengan membentangkan Spanduk bertuliskan ” Lahan kami ditambang oleh Perusahaan besar di Indonesia yang ada di Kalimantan Timur tanpa dibebaskan atau ganti rugi diatas lahan kami ada tumbuhan kelapa sawit, pisang pepaya dll, kami punya surat dokumen terhadap lahan yang kami punya”.

Kami meminta,memohon kepada perusahaan untuk memperlihatkan bukti pembebasan lahan,namun yang terjadi kami dilaporkan ke pihak yang berwajib, bahkan tanaman, papan bicara kami diambil dan dirusak. Kejadian seperti ini bukan kali ini saja, sudah sering kali lahan yang kami garap sudah puluhan tahun sejak tahun 90an dan tidak pernah di garap oleh kelompok tani lainnya. Kami punya rumah gubuk pondok dilahan kami”

Kami mohon berantas mafia tanah yang ada di perusahaan. Dimana lagi kami harus meminta memohon perlindungan hukum, bunyi tulisan spanduk yang di bentang sejak depan Istana menuju Kantor Kemenkopolhukam dan Kantor ESDM sambil berteriak melalui pengeras suar ” Tangkap, tangkap,tangkap Mafia. Mafia tanah sekarang juga.

Pantauan media, Aksi berjalan tertib tanpa ada tindakan anarkis, bahkan perwakilan aksi pengunjuk rasa yang diwakili oleh Safril Partang dan Ketua Kelompok Tani Berkat Bersama Samsu Alam, diterima oleh staf Menkopolhukam dan Menteri ESDM.