Example floating
Example floating
Tangerang

Proyek Siluman,Diduga Pembangunan Jalan Betonisasi di Perum Permata Tidak Sesuai Spesifikasi dan Terkesan Asal-asalan

Avatar of Redaksi
×

Proyek Siluman,Diduga Pembangunan Jalan Betonisasi di Perum Permata Tidak Sesuai Spesifikasi dan Terkesan Asal-asalan

Sebarkan artikel ini
Proyek Siluman,Diduga Pembangunan Jalan Betonisasi di Perum Permata Tidak Sesuai Spesifikasi dan Terkesan Asal-asalan I PojokPublik
Keterangan foto : Calon Presiden Republik Indonesia nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan, melanjutkan rangkaian kampanye nasionalnya dengan kunjungan ke Bumi Rafflesia, Bengkulu, Senin (11/12/2023)

Pojokpublik.id, Kabupaten Tangerang – Pembangunan proyek betonisasi terletak di Perum Permata RT 10/ RW 01 Desa Saga Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang telah mengejutkan publik dengan keberadaannya yang seperti “siluman” menyiratkan ketidak jelasan dan kurangnya tanggung jawab.senin,(11/12/2023)

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pasalnya berdasarkan investigasi awak media dan para aktivis ditemukan beberapa kejanggalan yang melanggar dari spesifikasi teknis kegiatan didalam RAB (Rencana Anggaran Biaya), adanya indikasi dugaan kejanggalan dan kecurangan didalam proses pengerjaan proyek tersebut mengungkapkan tidak terpampang papan informasi, pekerja tidak memakai Alat Pelindung diri (APD), mulai dari tingkat volume ketebalan rigit beton tidak sesuai spek, kwalitas mutu cor beton tidak sesuai apa yang sudah ditetapkan dan ketidak profesionalan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Menanggapi dugaan kejanggalan tersebut Rohim selaku Aktivis pemerhati pembangunan manakala dirinya turut menyaksikan proses pengerjaan proyek beberapa waktu yang lalu menuturkan “terdapat indikasi dugaan ketidak sesuaian terkait volume ketebalan rigit beton, dari hasil pengukuran terlihat adanya perbedaan pada sisi ketebalan bekisting dengan ketebalan betonisasi dibagian tengah, ketebalan bekisting berukuran 16cm, kala itu ketika pengukuran belum dilakukan pengamparan batu base course atau agregat,” ungkapnya.

“Artinya ketika dilakukan pengamparan batu base course atau agregat sudah pasti ketebalan betonisasi berkurang karena posisi bekisting terlihat dari sisi bawah pengamparan batu base course atau agregat, kalau misalkan spesifikasi ketebalan pengamparan batu base course atau agregat 5cm kuat dugaan ketebalan betonisasi yaitu 11cm dengan hitungan pengurangan (16cm-5cm=11cm),” urainya.

“Setahu saya sebelum pengerjaan pemasangan bekisting harusnya dihamparkan batu base course atau agregat terlebih dahulu lalu dilakukan pemadatan, kok ini mah terbalik ya? pekerjaan pasang bekisting dulu baru pengamparan batu base course atau agregat, ya sudah pasti posisi bekisting ada disisi bawah batu base course atau agregat,artinya posisi bekisting terkesan dibenamkan”.sambungnya.

Sementara para pekerja yang kala itu coba dikonfirmasi seputar dari mana proyek tersebut berasal dan kenapa abaikan K3 (Keselamatan dan kesehatan Kerja), tidak banyak memberikan keterangan dan lebih banyak mengatakan tidak tahu.

“Gak tau pak,kita mah taunya cuma kerja,” singkat pekerja yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :

https://pojokpublik.id/proyek-siluman-pembangunan-u-ditch-tidak-sesuai-spesifikasi-alias-amburadul/
Dengan waktu yang berbeda hasil investigasi awak media terlihat betonisasi jalan tersebut diduga dikerjakan asal jadi sehingga hanya dengan hitungan hari belum genap satu minggu mengalami retak-retak dan patah,dugaan kuat untuk kwalitas mutu cor beton nya sudah menyimpang dari spesifikasi mutu yang sudah ditetapkan didalam RAB (Rencana Anggaran Biaya).

Hingga sampai saat ini belum dapat diketahui darimana asal muasal proyek betonisasi tersebut dan berapa jumlah anggaran yang sudah digelontorkan.

 

 

(Irsyad/tim)