Nasional

Targetkan Penurunan Angka Stunting, BKKBN Bersama Mitra Kerja Gencarkan Sosialisasi

Avatar of Redaksi
×

Targetkan Penurunan Angka Stunting, BKKBN Bersama Mitra Kerja Gencarkan Sosialisasi

Sebarkan artikel ini
Targetkan Penurunan Angka Stunting, BKKBN Bersama Mitra Kerja Gencarkan Sosialisasi I PojokPublik

Pojokpublik.id-Brebes, Upaya menurunkan angka Stunting di Kabupaten Brebes terus dilakukan, salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana bersama mitra kerja Dr. Dewi Aryani, M.Si bertempat di Halaman Rumah Rudiyanto, Desa Bangbayang Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, (9/9/2023).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Dewi Aryani, M.Si; Widyaiswara Ahli Muda/Ketua Tim Kerja Pelatihan Teknis Kependudukan dan KB – Pusdiklat BKKBN, Dr. Moh. Tohirin Hasan; dan Kepala DP3KB Kabupaten Brebes, Drs. Akhmad Ma’mun, M.Si serta warga setempat.

Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Dewi Aryani, M.Si mengaku bahwa dirinya telah memberikan apa yang menjadi kebutuhan Kabupaten Brebes diantaranya adalah penghijauan (di kecamatan Brebes Selatan dan Brebes Utara), Pembangunan listrik, sumur artesis, dan kartu KIS. Karena keberhasilan KIS ini, kata Dewi, menunjukkan bahwa persoalan kesehatan sudah bisa diatasi.

“Kini, saya punya PR soal Stunting karena Brebes jumlah Stuntingnya sangat tinggi sehingga banyak anggaran yang disalurkan kepada Kabupaten Brebes supaya penanganan Stunting ini bisa dipercepat. Maka kami membawa aspirasi salah satunya sosialisasi seperti ini, baik melalui kemitraan BKKBN maupun Kemenkes,” ujar Dewi.

Soal penanganan Stunting ini, tambahnya, Komisi 9 terus mendorong pemerintah untuk memberikan program tambahan bantuan sosial seperti BPNT, PKH. Rencananya, mulai September nanti ada program tambahan untuk ibu-ibu hamil, keluarga yang memiliki resiko Stunting yang tinggi dan keluarga yang memiliki anak penderita Stunting.

“Nanti akan diberikan bantuan sosial berupa beras 10 Kg, telur 10 butur dan ayam 1 KG. Teknisnya, Dinas menyerahkan data (untuk Kabupaten Brebes ada 16 ribu KK). Jadi, bantuan ini tidak dirasakan secara fisik, namun dirasakan langsung oleh masyarakat karena menyangkut kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Widyaiswara Ahli Muda/Ketua Tim Kerja Pelatihan Teknis Kependudukan dan KB – Pusdiklat BKKBN, Dr. Moh. Tohirin Hasan menyampaikan 2 hal yaitu tentang program pembangunan keluarga dan Stunting. Terkait dengan program pembangunan keluarga ditujukan untuk menjadikan rumah tangga yang tenteram dan sentosa.

Untuk mewujudkanjannya, jelas Tohirin, kita awali sebelum pernikahan. Menurutnya, idealnya usia pernikahan bagi perempuan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun karena usia tersebut lebih sehat baik dari sisi ekonomi dan mental. Selain itu, ketika kita menginginkan anak yang cerdas dan kuat, maka dipastikan sebelum menikah diperiksa di puskesmas.

“Jadi pastikan kesiapannya, usianya ideal, asupan gizinya agar tidak mengalami Stunting yaitu gagal tumbuh karena kekurangan gizi kronis. Jadi, marilah kita persiapkan generasi di Brebes ini untuk menjadi generasi yang hebat dan kuat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DP3KB Kabupaten Brebes, Drs. Akhmad Ma’mun, M.Si merasa berbangga atas terlaksananya kegiatan sosialisasi dan kie (Komunitas informasi dan edukasi) dalam rangka bagaimana mewujudkan keluarga sejahtera yang salah satunya menurunkan angka kekurangan gizi.

“Saat ini di Brebes anak-anak kita yang kekurangan gizi angkanya cukup tinggi. Jadi kami berpesan agar rumah kita upayakan harus ada air bersih, sanitasi yang bersih, hindari 4-Ter (Terlalu muda, Terlalu tua, Terlalu dekat dan jauh jarak kehamilannya),” tutupnya.