Terkait Ratu Koridor, Aktivis dan Mahasiswa Desak DPR Bentuk Panja Mafia Batubara

Demo sambil bagikan makanan saat ramadhan, Rabu (20/4)

POJOKPUBLIK.ID JAKARTA – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Jaringan Aktivis Indonesia dan Jaringan Aktivis Indonesia dengan menggandeng para pedagang UMKM menyambangi gedung DPR/MPR RI Senayan pada Rabu sore 20/04 2022.

Sembari membagikan makanan berbuka puasa secara gratis kepada maayarakat yang melintas. Makanan tersebut diborong dari para pedagang UMKM dan mereka juga membentangkan spanduk-spanduk berisikan tuntutan agar DPR RI segera membentuk panja khusus untuk mengusut kasus praktik mafia batubara yang dilakukan oleh TP atau Ratu Koridor.

Ketua umum Jaringan Aktivis Indonesia, Donny Manurung menjelaskan bahwa kehadiran mereka ke depan gedung DPR/MPRI ini sudah sejak awal tahun 2022 namun tak ada tanggapan dari DPR. Maka dari itu pada bulan Ramadhan ini mereka menggelar aksi yang berbeda untuk meminta doa dan dukungan dari masyarakat umum agar TP dan kelompoknya segera ditangkap.

“Sudah sejak awal tahun kami berunjuk rasa, hampir setiap hari kita demo di sini, menuntut dan menyuarakan agar TP segera ditangkap, namun tak ada respon baik dari DPR, makanya di bulan Ramadhan ini, kami ke sini setiap hari dan ini sudah terhitung di hari yang ke 18 Ramadhan berbagi makanan kepada masyarakat untuk meminta doa dan dukungan agar si Ratu Koridor TP segera tertangkap”jelas Donny kepada awak media, Rabu (20/4)

Selain itu, kata Donny, kehadiran para pedagang UMKM juga sebagai bentuk dukungan mereka untuk membantu para pedagang kecil yang mungkin saja ekonominya sempat dilibas oleh pandemi Covid-19.

“Setiap hari kami menggelar aksi ini bersama para pesaganh kecil, kami secara swadaya mengumpulkan dana dan kami borong dagangan mereka lalu kami bagikan kepada masyarakat yang melintas, semua ini dilakukan selain untuk beramal di bulan suci, kami juga ingin membantu sekedarnya para pesagang kecil yang mungkin saja ekonominya terganggu oleh pandemi Covid 19.”ucap Donny.

Donny dan kelompoknya juga terus mendesak kepada Presiden, Menteri ESDM, Kapolri, Panglima TNI dan Dirjen pajak untuk segera mengevaluasi dan melakukan penyelidikan internal, karena menurut Donny, TP tidak mungkin bergerak sendiri dalam melakukan praktik pertambanhan dan jual beli batubara secara ilegal.

“Kami juga menuntut agar Presiden, Menteri ESDM, Kapolri, Panglima TNI dan Dirjen pajak untuk segera melakukan penyelidikan internal, TP ini pasti ada bekinganya, baik itu oknum pejabat sipil hingga oknum perwira tinggi TNI/Polri, segera cari dan pecat para pengkhianat bangsa itu.”terang Donny.

You might also like