Tradisi Lebaran, Warga Sidoarjo Tukar Uang Ditahan Petugas

POJOKPUBLIK.ID – Berniat menukar uang pecahan baru di bulan Ramadhan, Jepri Rianto warga Sidoarjo menukar uang recehan sebagaimana lazimnya dan budaya saat menjelang hari raya idul Fitri, di salah satu bank di Bandung dan dibawa ke Surabaya.

Namun sial, saat keluar dari pintu tol Mojokerto tepatnya di pintu keluar Gedek, mobil yang dikendarainya didatangi patroli polisi memeriksa. Rabu (6/4) dinihari.
Tidak lama kemudian datang petugas reserse dan membawa mobil beserta isinya berupa uang recehan total sebesar Rp 3 730.000 000 ke Mapolres Mojokerto Kota.

Dalam pemeriksaan, petugas menduga uang itu palsu. Padahal sudah ada surat dari pihak bank yang menyatakan uang tersebut asli, serta surat pengantar dari vendor.
Sampai dengan kroscek ke bank setempat, BRI dan BI menyatakan uang tersebut asli disaksikan oleh polisi dan pemilik yang serta pegawai bank.

“Uang itu asli, bahkan sudah ada keterangan dari pihak bank,” kata Jepri saat di wawancarai media. Selasa (19/4) di Mojokerto.

Dari akibat uangnya ditahan di Polres Mojokerto Kota, Orangtuanya Jepri sampai sakit depresi memikirkan anaknya yang mendapatkan masalah uangnya ditahan petugas.

“Bapak saya sampai sakit dan setres, malah sekarang terbaring lemah memikirkan uang saya yang ditahan petugas hingga saat ini tidak dikeluarkan. Padahal uang itu asli,” ucap Jepri.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofik saat dihubungi awak media, ditelpon tidak diangkat hingga berita ini ditayangkan WA juga belum dibalas. (Red)

You might also like