Example floating
Example floating
Nasional

Utang Waskita Karya Tembus 84 Triliun Hingga Selalu Merugi 5 Tahun Belakang

Avatar of Editor klan
×

Utang Waskita Karya Tembus 84 Triliun Hingga Selalu Merugi 5 Tahun Belakang

Sebarkan artikel ini
Kantor PT. Waskita Karya

POJOKPUBLIK.ID – PT Waskita Karya (WSKT) yakni Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selalu menjadi kepercayaan utama bagi pemerintah dalam pengerjaan pembangunan Proyek Strategis Nasional, mengalami kerugian terus menerus semenjak 5 tahun belakang dan utang yang kian terus menumpuk.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Berdasarkan publikasi atas Laporan Keuangan Konsolidasi Interim 30 Juni 2023, Keseluruhan utang Waskita Karya mencapai Rp 84,3 triliun. Utang yang dimaksud terdiri dari utang jangka pendek sebesar 22,7 triliun dan utang jangka panjang sebesar Rp 61,51 triliun.

Sejumlah kreditur dan perusahaan vendor (subkontraktor) pun mengajukan gugatan pailit kepada Waskita Karya karena kerap kali melakukan pengajuan penundaan atas pembayaran utang yang telah jatuh tempo.

Diketahui beberapa utang jangka pendek yang akan jatuh tempo dan harus segera dibayar yaitu Rp 868,3 miliar yang harus dibayar ke bank, surat utang jangka menengah Rp 250 miliar, hingga utang obligasi Rp 6,5 triliun.

Sedangkan jika mengutip kembali dari Laporan Keuangan Konsolidasi Interim 30 Juni 2023, total aset yang dimiliki Waskita Karya sebesar 96,3 triliun, akan tetapi aset berupa kas dan setara kas tercatat hanya sebesar 1,7 triliun.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menduga bahwa selama ini adanya manipulasi laporan keuangan dari pihak Waskita Karya sehingga kondisi keuangan perseroannya terlihat baik-baik saja.

“Seperti Waskita, seperti Wika ini memang pelaporan keuangannya ini tidak sesuai dengan kondisi realnya, artinya dilaporkan seolah-olah untung bertahun-tahun padahal cashflow-nya tidak pernah positif sebenernya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit Waskita Karya.

“Kita mulai lakukan ini, saya sudah lapor ke BPKP, apabila ada fraud (kebohongan) dari sisi pelaporan keuangan kita bisa lakukan tindakan tegas dengan kerangka governance yang ada,” ungkapnya.