Nasional

Viral Pernyataan Menkominfo Sekaligus Ketum Projo ‘Kalau Sampai Kalah 2024 Bisa Masuk Penjara Semua’

Avatar of Redaksi
×

Viral Pernyataan Menkominfo Sekaligus Ketum Projo ‘Kalau Sampai Kalah 2024 Bisa Masuk Penjara Semua’

Sebarkan artikel ini
Menkominfo
Menkominfo

Budi Arie Setiadi, Ketua Projo yang sekaligus menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menyebut kalau kalah di 2024 bisa masuk penjara semua. Pernyataan itu termuat dalam potongan video yang viral dari salah satu kanal podcast di Youtube, Total Politik. Seperti yang dilansir dari kanal Saksi Demokrasi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Selain Budi Arie Setiadi pembicara yang hadir pada acara tersebut terlihat melalui potongan video adalah Ray Rangkuti, Adi Prayitno, dan pengamat politik dari Universitas Paramadina, Khoirul Umam. Pernyataan Budi Arie tersebut merupakan respon dari pernyataan Ray Rangkuti.

“Saya bilang, 2024 ini saya haqul yakin semua kekuatan termasuk partai politik sangat berhitung dan berhati-hati. Mengapa? Karena kalau kalah meleset bos,” kata Budi Arie dalam potongan video tersebut, dikutip Saksi Demokrasi pada, (25/07/2013).

“Kalau kalah masuk penjara itu. Masalahnya banyak kan semua,” lanjutnya lagi.

Arie Putra dan Budi Adi Putro selaku pembawa acara dan dua narasumber lainnya sempat memperjelas lagi pernyataan Budi Arie tersebut. Tapi menurut Budi Arie yang sekarang menjabat sebagai Menkominfo ini menimpali lagi, sebenarnya semua tahu maka tidak perlu berpura-pura.

“Begini semua partai politik inikan bermasalah. 2024 ini semua partai politik pasti berhitung matang, nggak boleh kalah kalau kalah masuk penjara,” tegasnya. Sembari mengaku kalau itu adalah fakta politik, tutupnya.

Di Twitter berita Menkominfo yang keceplosan itu mendapat tanggapan dari warganet. Akun @ruliemaulana menanggapi dengan pernyataan ‘Makin lama makin masuk akal’. Dalam postingan tersebut pengunggah menyertakan tangkapan layar dengan pernyataan “Masih lebih masuk akal tebakan Effendi Gazali yang bilang koalisi besar dibuat untuk dukung Prabowo yang janji melindungi Jokowi dan keluarga dari tuntutan hukum”.