Bali

Warga Karang Asem Bali Timur Keluhkan Penanganan PDAM Giri Toh Langkir

Avatar of Redaksi
×

Warga Karang Asem Bali Timur Keluhkan Penanganan PDAM Giri Toh Langkir

Sebarkan artikel ini
Warga Karang Asem Bali Timur Keluhkan Penanganan PDAM Giri Toh Langkir I PojokPublik

Pojokpublik.id Karang Asem – Kebutuhan air di wilayah Bali Timur kini mulai meresahkan warga sekitar. Perbaikan dibeberapa titik proses finishing mega proyek penataan kawasan Suci Pura Besakih menyimpan polemik klasik yakni air bersih yang sulit didapatkan warga sekitar.
diketahui radius sumber air tak kurang dr 7 Kilo meter dibawah nya.
Perumda GIRITOHLANGKIR sebagai perusahaan pelayanan air (PDAM) Terkesan kurang serius dalam hal melayani serta mengembangkan fasilitas pelayanannya ke pengguna, baik pengguna rumahan ataupun usaha milik warga, serta tak tanggung tanggung waktu air sampai kepengguna ini juga bisa berminggu minggu lamanya.
Mata Air Telaga Surya yang ada di Karang Asem Bali Timur ini menjadi pusat pengambilan air yang di kelola oleh Perumda Giri Toh Langkir.
Sejak saya masih kecil air disni memang sudah sering padam dan alasan dari pihak pengelola mesin sudah tua dan pipa pecah. Alasan ini sudah saya dengar sejak kecil sampai dewasa sekarang tutur Dini salah seorang warga sekitar di wawancara melalui pesan singkat messenger
Kami sudah membayar air tepat waktu kalau telat sampai meter di segel tapi pelayanan air sangat mengecewakan, bisa dua minggu baru menikmati air itupun sebesar kencing anak kecil tambah Dini
Sementara sumber mata air yang digunakan tidak jauh dari lokasi tempat tinggal warga. Menurut warga sekitar di sana sedang ada penataan kawasan suci pariwisata yang telah di resmikan Bapak Presiden beberapa waktu lalu namun masalah air bersih ini tidak disampaikan oleh pengelola.
Kekesalan warga ini sudah tidak di respon oleh Perumda Giri Toh Langkir sehingga warga mulai kesal dan mencoba mengungkapkan kekesalan melalui media tuturnya.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Hingga berita ini ditulis masih menunggu respon dari Perumda Giri Toh Langkir. (Nanang)