Pojokpublik.id Lebak – Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPC KWRI) Kabupaten Lebak menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-III pada 27 Desember 2025. Dalam musyawarah tersebut, Maman Wahyudin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPC KWRI Kabupaten Lebak.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Bantengate.id, Jalan Ir. H. Juanda No. 3, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, dan dilaporkan pada Senin (5/1/2026).
Muscab dihadiri Ketua DPD KWRI Provinsi Banten H. Edi Murpik, Ketua dan pengurus DPC KWRI Kabupaten Pandeglang, seluruh pengurus serta anggota KWRI Kabupaten Lebak. Sementara itu, Ketua Umum DPP KWRI Ozzy Sulaiman Sudiro, SH, M.Sc. turut memberikan arahan melalui sambungan video call WhatsApp.
Dalam sambutannya, Ozzy Sulaiman Sudiro menyoroti kondisi kemerdekaan pers yang dinilainya telah dibajak oleh penguasa dan pengusaha pers yang zalim, serta oleh oknum wartawan yang menganut praktik-praktik jurnalistik menyimpang.
Ia mengkritik keras munculnya wartawan instan tanpa kompetensi jurnalistik yang memadai.
“Ironisnya, ada yang mengklaim dirinya wartawan tanpa dibekali disiplin ilmu jurnalistik yang handal. Dengan ‘bim salabim, abra kadabra’, sekejap jadilah wartawan ‘muntaber’—muncul tanpa berita. Kemerdekaan pers belum tentu melahirkan pers yang berkinerja baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD KWRI Provinsi Banten Edi Murpik berpesan agar seluruh anggota KWRI senantiasa menjaga marwah profesi wartawan serta terus belajar dan memperluas wawasan.
“Membaca bagi seorang jurnalis adalah keharusan, baik ayat-ayat qouliyah maupun kauniyah. Wartawan harus piawai mengkaji (burhani), mampu memilah informasi agar tidak terjebak dalam lingkaran yang menyesatkan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya aspek irfani, yakni kemampuan wartawan untuk menghadirkan karya jurnalistik yang bermanfaat bagi publik.
“Karya jurnalistik adalah infak informasi kepada masyarakat. Jika bermanfaat, insyaallah menjadi amal jariyah,” pungkasnya.













