
TANGERANG — Ketua Media Center Sukadiri (MCS), Ijum Setiawan atau yang dikenal di dunia literasi sebagai Setiawan Rois, kembali menegaskan eksistensinya dalam khazanah literasi dengan meluncurkan buku terbarunya bertajuk “Ini Tentang Tuhan”, Kamis (9/4/2026).
Karya tersebut hadir sebagai refleksi mendalam yang mengajak pembaca menelisik kembali relasi manusia dengan Sang Pencipta di tengah dinamika kehidupan modern yang kian kompleks. Melalui pendekatan bahasa yang sederhana namun sarat makna, penulis merangkai gagasan yang menyentuh dimensi spiritual, sosial, hingga kemanusiaan.
Dalam buku itu, Setiawan Rois menggarisbawahi bahwa kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai ketuhanan, harapan, dan pencarian makna sejati. Ia berupaya menghadirkan perspektif yang membumi, sehingga mudah dipahami lintas kalangan.
“Buku ini bukan tentang menggurui, melainkan mengajak pembaca untuk merenung. Bagaimana manusia memahami dirinya, memahami kehidupan, dan pada akhirnya memahami Tuhan,” ujar Ijum Setiawan.
Ia menjelaskan, buku tersebut lahir dari kegelisahan personal sekaligus hasil pengamatannya terhadap fenomena sosial yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, di tengah arus modernitas, tidak sedikit individu yang terjebak dalam orientasi material dan melupakan dimensi spiritual.
Kehadiran “Ini Tentang Tuhan” diharapkan mampu menjadi medium reflektif, khususnya bagi generasi muda, agar tetap memiliki fondasi nilai yang kokoh di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.
Lebih jauh, karya ini juga menjadi representasi bahwa gerakan sosial dan literasi dapat berjalan beriringan, saling menguatkan dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.
Sebagai Ketua MCS, Setiawan Rois menekankan pentingnya penguatan budaya literasi sebagai ruang strategis untuk menyalurkan gagasan, kritik, serta refleksi kehidupan secara konstruktif dan bermakna.
“Literasi bukan sekadar membaca dan menulis, tetapi juga ruang untuk membangun kesadaran dan peradaban,” tegasnya.
Dengan terbitnya buku ini, ia kembali meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan karya yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif dan transformatif bagi masyarakat luas.
Buku “Ini Tentang Tuhan” diharapkan tidak sekadar menjadi bacaan, melainkan menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk kehidupan, manusia tetap membutuhkan ruang hening untuk kembali mendekat dan berdialog dengan Tuhan.
(Hidayat)
