Pojokpublik.id Lebak – Program Ketahanan Pangan (Ketapang) Desa Cipining, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, difokuskan pada pengembangan usaha ayam petelur. Program ini dikelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Khusus dan didanai melalui Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan Ketapang tersebut berlokasi di Blok Cipining, Desa Cipining, dengan prioritas utama pengembangan peternakan ayam petelur sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian desa.
Kepala Desa Cipining, Kasta Wijaya, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap proses pembangunan kandang ayam petelur yang sedang dilaksanakan oleh TPK Khusus.
“Program Ketahanan Pangan ini menggunakan anggaran sebesar 20 persen dari total pagu Dana Desa Tahun 2025, dengan nilai sekitar Rp180.000.000,” ujarnya saat ditemui, Selasa (6/1/2025).
Ia menjelaskan, anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan kandang ayam, pembelian 650 ekor ayam petelur, pengeboran sumber air, pengadaan pakan, serta kebutuhan penunjang lainnya.
“Alhamdulillah, proses pembangunan kandang saat ini sudah mencapai 100 persen. Tinggal pemasangan toren air berkapasitas 1.000 liter dan pemagaran di sekeliling kandang. Setelah itu baru dilanjutkan dengan pembelian ayam petelur,” jelasnya.
Kandang ayam dibangun sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) dengan ukuran 4 x 30 meter. Proses pembangunannya dikerjakan oleh Tenaga Ahli (TA) lokal yang merupakan warga Desa Cipining, di atas lahan milik warga dengan sistem sewa.
Kasta optimistis program ayam petelur ini akan berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Insya Allah program ini dapat meningkatkan kemandirian pangan, memperkuat ekonomi desa, memastikan ketersediaan pangan bergizi, serta mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG),” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua TPK Khusus Ketahanan Pangan, Nasarudin, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Cipining atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dalam melaksanakan program tersebut.
“Dengan sistem pemasaran yang sudah jelas, kami optimis usaha ayam petelur ini dapat berhasil dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya Desa Mandiri,” ujarnya.
Nasarudin juga menambahkan bahwa setelah pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa, TPK Khusus Ketahanan Pangan direncanakan akan bertransformasi menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Saat ini terdapat dua TPK, yaitu TPK Infrastruktur dan TPK Khusus Pangan,” tutup Nasarudin.













