Warga Cibeureum Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak, Harap Perhatian Pemda Lebak

Avatar of Redaksi
Redaksi
31 Mar 2026 00:23
Daerah 0
2 menit membaca

Pojokpublik.id Lebak – Di sebuah pagi yang cerah, tampak sekelompok pemuda dan orang tua di Desa Cibeureum bergotong royong melakukan kerja bakti memperbaiki jalan poros desa, Senin (30/3/2026). Jalan tersebut selama ini belum pernah tersentuh bantuan seperti Dana Desa (DD), Bantuan Provinsi (Banprov), maupun program lainnya.

Perbaikan jalan dilakukan sepanjang kurang lebih 500 meter. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pengendara sepeda motor yang kerap terperosok akibat kondisi jalan yang licin dan berlubang. Atas dasar itu, warga Desa Cibeureum, Kecamatan Maja, secara sukarela berinisiatif melakukan perbaikan melalui swadaya masyarakat.

Sekretaris Desa (Sekdes) Cibeureum, Yan, menjelaskan bahwa secara administratif jalan yang diperbaiki tersebut sebenarnya masuk wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Namun, karena jalan tersebut lebih sering digunakan oleh warga Desa Cibeureum dalam aktivitas sehari-hari, maka pihaknya merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut memperbaikinya.

“Hampir setiap tahun warga Cibeureum melakukan perbaikan jalan ini. Selain sebagai jalan utama, ini juga merupakan akses terdekat menuju Kota Rangkasbitung,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) sekaligus tokoh masyarakat yang memimpin kegiatan gotong royong, H. Nuem, menyampaikan apresiasi kepada rekan media yang hadir meliput kegiatan tersebut.

“Kami berharap kegiatan ini dapat dipublikasikan agar mendapat perhatian dari Bapak Bupati Lebak. Kami warga Desa Cibeureum memohon bantuan dari Pemerintah Daerah untuk perbaikan jalan ini secara permanen,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi jalan yang rusak dan berlubang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menyulitkan aktivitas warga sehari-hari. Mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah, ibu-ibu, hingga para pekerja harus ekstra berhati-hati saat melintas.

Dengan peralatan seadanya, warga bahu-membahu membersihkan jalan dan menguruk lubang menggunakan batu agar permukaan jalan menjadi lebih kokoh dan rapi. Suasana kebersamaan terasa hangat, diiringi canda dan tawa yang mencairkan lelah di tengah kerja keras.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda, serta perangkat desa yang turut terjun langsung tanpa sekat, membaur bersama warga.

“Alhamdulillah, berkat kebersamaan, jalan kini kembali layak dilalui kendaraan bermotor. Ini hasil kerja kita semua,” ungkap H. Nuem dengan penuh rasa syukur.

Ia menegaskan bahwa gotong royong bukan hanya tentang memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga. Dari kegiatan sederhana tersebut tumbuh rasa kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan. (Welly)

Pers Nasional
x
x