Para Mahasiswa STAIBANNA Pandeglang,Gelar Aksi UNRAS di Halaman Setda Pandeglang.

Avatar of Redaksi
Redaksi
2 Mar 2026 20:33
2 menit membaca

Pojok Publik, Pandeglang – Para mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAIBANNA Pandeglang, menggelar aksi unjuk rasa, sebagai bentuk refleksi terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani dan Iing Andri Supriadi, di depan Kantor Bupati Pandeglang, pada Senin 02 Maret 2026.

Koordinator lapangan aksi unjuk rasa, PMII Komisariat STAIBANNA, Suandi mengungkapkan, bahwa aksi refleksi 1 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani dan Iing Andri Supriadi,
perlu dikemukakan
sejumlah catatan kritis berdasarkan kondisi objektif di lapangan.
Sejumlah catatan kritis itu diantaranya tentang pendidikan, yang dimana angka putus sekolah di Kabupaten Pandeglang saat ini mencapai 42.125 jiwa. Hal ini tentunya disebabkan oleh beberapa faktor, salah satu diantaranya yaitu kemiskinan, akses menuju pendidikan masih sulit dan terbatas, keterbatasan sarana prasarana, serta belum meratanya kualitas pendidikan di wilayah pelosok.

Maka dari itu, pihaknya menilai Pemerintah daerah belum maksimal dalam memastikan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.  “Oleh karena itu, kami menilai perlu adanya evaluasi distribusi anggaran pendidikan, transparansi program beasiswa daerah serta pemerataan fasilitas sekolah di wilayah terpencil,” ungkapnya.

Masih ungkap Suandi , selain persoalan pendidikan, hal lain yang masih menjadi keluhan masyarakat yaitu tentang buruknya kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah. Sehingga mengancam keselamatan para pengguna jalan serta menghambat aktivitas masyarakat.

,”Kami memandang persoalan infrastruktur harus diprioritaskan, mengingat kondisi infrastruktur yang buruk dapat menyebabkan kecelakaan, bahkan beberapa bulan lalu ada seorang siswa meninggal dunia akibat jalan rusak,” ujarnya.
“Peristiwa ini harus direnungkan oleh pemerintah daerah, karena berbicara infrastruktur bukan hanya membicarakan kenyamanan lalu lintas, tetapi tentang keselamatan dan menjadi penunjang perkembangan ekonomi,” ujarnya.

Suandi menyampaikan, bahwa aksi ini bukan sekedar bentuk kritik, melainkan wujud cinta dan tanggung jawab moral mahasiswa terhadap daerah. Menurutnya, satu tahun adalah waktu yang cukup bagi Dewi-Iing untuk menunjukkan arah kebijakan yang jelas dan keberpihakan kepada masyarakat.
“Kami menegaskan bahwa gerakan mahasiswa akan terus menjadi kontrol sosial demi terwujudnya Kabupaten Pandeglang yang adil sejahtera dan bermartabat,” tegasnya.***(Redaksi WE)

Pers Nasional
x
x