Pojokpublik.id Lebak – Gerai Pupuk milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Buyutmekar, Kecamatan Maja, hingga kini belum juga beroperasi. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan petani, mengingat gerai pupuk desa lain di wilayah Kecamatan Maja sudah lama aktif melayani kebutuhan pupuk dan insektisida.
Pantauan media pada Sabtu (3/1/2026) menunjukkan gerai pupuk yang berlokasi di Jalan Kopi–Maja Km 06, Ciemas, RT 004 RW 003, Desa Buyutmekar, hampir setiap hari tampak tertutup tanpa aktivitas. Padahal, keberadaan gerai tersebut sangat dibutuhkan petani, terutama menjelang musim tanam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mandeknya aktivitas gerai pupuk KDMP Buyutmekar diduga kuat akibat ketidakharmonisan internal antara Ketua Koperasi dan jajaran pengurus. Sumber media menyebut, tidak adanya chemistry atau kesepahaman menjadi penghambat utama jalannya operasional koperasi.
Seorang anggota Kopdes Buyutmekar yang enggan disebutkan namanya (inisial J) mengungkapkan bahwa keterlambatan operasional gerai pupuk terjadi karena langkah Ketua Kopdes dinilai belum seirama dengan pengurus lainnya.
“Sudah ada perbedaan pandangan yang cukup serius. Karena itu, pengurus bersepakat menggelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB),” ujarnya.
RALB dijadwalkan akan dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Aula Kantor Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Buyutmekar. Rapat tersebut dinilai sebagai mekanisme internal yang mendesak guna mengambil keputusan penting terkait keberlangsungan organisasi dan kepengurusan KDMP Buyutmekar.
“RALB ini penting untuk menentukan arah koperasi ke depan, termasuk menyelesaikan persoalan internal yang selama ini menghambat aktivitas,” tambahnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Ketua Kopdes Merah Putih Buyutmekar, Anwar, melalui pesan WhatsApp terkait belum beroperasinya gerai pupuk, tidak mendapat tanggapan. Hal serupa juga terjadi saat media menghubungi Kepala Desa Buyutmekar, Ujang Tisna. Meski pesan telah terbaca (centang dua), hingga berita ini diterbitkan tidak ada jawaban maupun klarifikasi.
Mandeknya gerai pupuk KDMP Buyutmekar menambah daftar persoalan tata kelola koperasi desa, sekaligus memunculkan pertanyaan publik soal komitmen pengurus dan pemerintah desa dalam mendukung kebutuhan dasar petani.













