Keterangan foto : Ketua Umum DPP LPM RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Senin (20/4/2026)Pojokpublik.id Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (DPP LPM RI) berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan dialog strategis. Acara ini mengusung tema besar ‘Penguatan Strategi Percepatan Hilirisasi Industri sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan’ yang fokus pada pengembangan UMKM berbasis kelapa sawit.
Ketua Umum DPP LPM RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menegaskan bahwa menghadapi ketidakpastian ekonomi global, solusi terbaik ada pada penguatan ekonomi akar rumput.
“Dinamika dunia yang berpotensi memicu krisis harus kita antisipasi dengan memperkuat ekonomi yang berbasis masyarakat, terutama di desa. LPM hadir memetakan tantangan dari level bawah dan membantu pemerintah mencari solusi nyata. Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk BPDP, menjadi kunci agar program pemberdayaan benar-benar berdampak,” ujar Ahmad Doli, Senin (20/04/2026).
BPDP Dukung Penuh dari Hulu ke Hilir, Buka Peluang Generasi Muda
Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, memaparkan komitmen lembaganya dalam membangun ekosistem perkebunan yang sehat dan berkelanjutan.
BPDP tidak hanya fokus pada aspek teknis perkebunan, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia dan kesejahteraan petani.
“Kami mendorong penguatan dari hulu hingga hilir. Mulai dari peremajaan tanaman, pengembangan SDM, hingga dukungan bagi UMKM dan koperasi. Bahkan, kami kini membuka peluang luas bagi generasi muda melalui program beasiswa dan pelatihan khusus, agar mereka siap bersaing di industri sawit yang modern,” jelas Helmi.
Transformasi dan Inovasi Jadi Kunci Utama
Dalam sesi diskusi, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rahman, menekankan bahwa UMKM harus terus bertransformasi melalui inovasi dan riset. Kolaborasi lintas sektor dinilai sangat penting untuk menciptakan usaha yang adaptif dan tangguh.
Hal senada disampaikan pelaku usaha, Ir. Rara Sarini, yang mengajak masyarakat untuk lebih aktif mengembangkan potensi lokal menjadi usaha yang bernilai ekonomi tinggi.
Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi dan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat demi mewujudkan ekonomi desa yang mandiri dan sejahtera.
