Keterangan foto: Muhamad Yusuf, Ketua Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) DPD Lebak. Pojokpublik.id Lebak – Dewan Pimpinan Daerah Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Kabupaten Lebak menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas dugaan keterlibatan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak dalam aktivitas judi online jenis slot saat jam kerja.
Dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (6/3/2025), KITA DPD Lebak menilai apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka hal itu menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan.
“Kami dari Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) DPD Lebak sangat menyayangkan dan prihatin atas dugaan keterlibatan Kepala Dinas Pendidikan Lebak dalam permainan judi online jenis slot saat jam kerja. Jika hal ini benar adanya, maka ini adalah tamparan keras bagi dunia pendidikan kita,” demikian bunyi pernyataan dalam rilis tersebut.
KITA menilai seorang pemimpin di sektor pendidikan seharusnya menjadi teladan bagi guru, siswa, dan masyarakat. Menurut mereka, dugaan keterlibatan dalam praktik yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan dapat berdampak pada kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.
“Judi online bukan sekadar permainan, melainkan jerat yang merusak mental, ekonomi, dan masa depan seseorang. Terlebih lagi, jika dilakukan oleh seorang pejabat publik saat jam kerja, ini bukan hanya pelanggaran moral, tetapi juga mencerminkan lemahnya disiplin dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat,” tulis KITA dalam rilisnya.
Melalui pernyataan tersebut, KITA DPD Lebak juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak, yakni melakukan investigasi secara transparan terhadap dugaan tersebut dan memberikan sanksi tegas apabila terbukti benar.
Selain itu, KITA meminta pemerintah mengedepankan etika dan moralitas dalam rekrutmen pejabat publik, khususnya di sektor pendidikan, memperkuat pengawasan terhadap penggunaan teknologi di lingkungan pemerintahan agar tidak disalahgunakan, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya judi online
“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Dunia pendidikan harus menjadi benteng moral, bukan justru dirusak oleh oknum-oknum yang seharusnya bertanggung jawab membangun karakter generasi penerus,” tutup pernyataan KITA.
