Warga Bayah Tanggapi Isu Anggaran Menu MBG di Bulan Ramadhan

Avatar of Redaksi
Redaksi
26 Feb 2026 15:19
Daerah 0
2 menit membaca

Pojokpublik.id Lebak – Isu dugaan penyimpangan anggaran dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan menuai beragam tanggapan di masyarakat. Salah satunya datang dari Dani Ramadhan, warga Bayah, Kabupaten Lebak, yang menilai pentingnya transparansi dan pengawasan dalam pelaksanaan program tersebut, Kamis (26/2/2026).

MBG merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus menurunkan risiko stunting dan malnutrisi. Program ini menyasar balita, peserta didik, hingga ibu menyusui.

Dani menjelaskan bahwa anggaran MBG tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku. Untuk balita, PAUD, TK, dan SD kelas 1–3, alokasi anggaran ditetapkan sebesar Rp8.000 per porsi. Sementara untuk SD kelas 4 ke atas hingga ibu menyusui sebesar Rp10.000 per porsi.

Ia juga menanggapi informasi yang beredar di masyarakat terkait angka Rp13.000 hingga Rp15.000 per porsi. Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menegaskan bahwa nominal tersebut bukan semata-mata untuk bahan pangan, melainkan mencakup komponen biaya operasional.

“Biaya tersebut meliputi listrik, gas, air, internet, transportasi dan distribusi, insentif relawan, guru, serta kader, termasuk sewa dapur dan perlengkapan pendukung lainnya. Jadi perhitungannya dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya bahan makanan,” ujarnya.

Dani menekankan bahwa transparansi dan pengawasan tetap menjadi kunci utama agar program berjalan efektif dan tepat sasaran. Ia juga menyoroti pernyataan Indonesian Corruption Watch (ICW) yang sebelumnya mengingatkan pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan program berskala nasional.

Lebih lanjut, Dani menyampaikan bahwa BGN menyatakan terbuka terhadap laporan masyarakat dan siap melakukan evaluasi apabila ditemukan ketidaksesuaian di lapangan.

Menurutnya, program MBG memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi generasi Indonesia. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada pengelolaan anggaran yang akuntabel serta pelaksanaan yang konsisten.

“Masyarakat diharapkan tetap kritis, namun juga bijak dalam menerima informasi maupun bermedia sosial. Semoga program ini benar-benar memberi manfaat optimal bagi anak-anak dan kelompok rentan, khususnya di Lebak dan umumnya di seluruh pelosok Indonesia,” pungkasnya.

Pers Nasional
x
x