Keterangan Foto:Ngebangun jembatan permanen gerakan gotong royong Musa Weliansyah Senin 15 Juni 2026Pojokpublik.id LEBAK – Semangat gotong royong kembali dihidupkan di Kabupaten Lebak. Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten, Musa Weliansyah, menginisiasi pembangunan jembatan permanen di Kampung Cibeunter, Desa Cipeucang, Kecamatan Wanasalam, sebagai solusi atas kondisi jembatan darurat yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga.
Melalui gerakan bertajuk “Ngabangun Jembatan Permanen”, Musa mengajak masyarakat bergandengan tangan mewujudkan akses yang lebih aman dan layak demi menunjang pendidikan, perekonomian, serta mobilitas warga sehari-hari.
Jembatan yang dibangun tersebut berada di Kampung Cibeunter, Desa Cipeucang, Kecamatan Wanasalam, dengan ukuran sepanjang 5 meter dan lebar 4 meter. Proses pembangunan dilaksanakan secara gotong royong mulai 15 Mei hingga 15 Juni 2026.
Musa Weliansyah mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini mengandalkan jembatan sederhana berbahan kayu untuk beraktivitas.
“Jembatan ini merupakan akses penting bagi warga. Tidak hanya menghubungkan antarwilayah, tetapi juga menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, akses pendidikan anak-anak, hingga mobilitas sehari-hari. Melalui semangat gotong royong, kami ingin menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan warga,” ujar Musa, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, budaya gotong royong yang telah menjadi ciri khas masyarakat Indonesia harus terus dipertahankan dan dijadikan kekuatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah keterbatasan.
Ia menilai, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan bukan hanya mempercepat proses pengerjaan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas publik yang dibangun bersama.
Selama ini, warga Kampung Cibeunter harus berhati-hati saat melintasi jembatan lama yang kondisinya dinilai kurang layak dan rawan membahayakan, terutama ketika musim hujan tiba. Kondisi tersebut kerap menimbulkan kekhawatiran, mengingat jembatan tersebut menjadi akses utama masyarakat menuju lahan pertanian, sekolah, maupun pusat aktivitas lainnya.
Kehadiran jembatan permanen pun disambut antusias oleh masyarakat setempat. Mereka berharap pembangunan tersebut dapat meningkatkan keselamatan, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga.
*Tak berhenti di Cibeunter, Musa menegaskan komitmen memperluas gerakan gotong royong ini ke desa lain. “Bukan hanya di sini, Insya Allah saya akan garap 8 desa untuk pembangunan jalan secara gotong royong. Semangat kebersamaan ini yang harus kita rawat, karena pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” tegasnya.*
Gerakan “Ngabangun Jembatan Permanen” ini menjadi simbol kolaborasi antara wakil rakyat dan masyarakat dalam menghadirkan solusi nyata terhadap kebutuhan publik. Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, semangat kebersamaan dinilai tetap menjadi modal sosial yang kuat untuk mendorong perubahan.
Dengan mengusung semangat “Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas”, Musa berharap jembatan permanen tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Cipeucang dan sekitarnya.
“Mudah-mudahan jembatan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat. Semoga kebersamaan yang terbangun dalam proses gotong royong ini juga terus terjaga untuk membangun Lebak yang lebih baik,” pungkasnya.
(Dhana surya)
