
Serang – Momen sederhana namun penuh makna terjadi di SDN Cisitu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang. Moh Khiar Hamizan, siswa kelas 5, dipercaya menjadi pemimpin upacara bendera pada Senin, 10 Agustus 2026.
Kepercayaan tersebut menjadi pengalaman berkesan bagi Khiar. Selain menjadi pengalaman baru, kesempatan memimpin upacara di hadapan guru dan teman-temannya juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya dan kedua orang tuanya.
Khiar menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru SDN Cisitu yang selama ini telah membimbing, mendidik, dan memberikan ilmu kepadanya.
“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu Guru yang sudah membimbing dan mengajari saya. Momen ini menjadi suatu kebanggaan bagi saya dan kedua orang tua saya,” ujar Khiar.
Ia menyadari bahwa ilmu dan pendidikan yang diberikan para guru tidak akan mudah dibalas dengan apa pun. Karena itu, ia mendoakan agar seluruh guru SDN Cisitu selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki.
“Mungkin apa yang Bapak dan Ibu Guru berikan kepada saya tidak pernah bisa saya balas. Semoga Bapak dan Ibu Guru selalu diberikan kesehatan dan dilancarkan rezekinya,” tuturnya.
Sementara itu, Nani Maulana, orang tua siswa, mengaku bangga melihat putranya mendapat kepercayaan menjadi pemimpin upacara. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran penting bagi Khiar untuk membangun rasa percaya diri, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan sejak dini.
Ia berharap SDN Cisitu tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi tempat lahirnya generasi penerus bangsa yang memiliki karakter dan jiwa kepemimpinan.
“Semoga ke depan SDN Cisitu dapat mencetak pemimpin-pemimpin bangsa. Sekolah ini menjadi kawah candradimuka, menjadi laboratorium generasi bangsa. Dari sinilah para pemimpin bangsa dimulai,” ungkapnya.
Nani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang telah dengan sabar mendidik dan membimbing para siswa.
“Semoga Bapak dan Ibu Guru selalu mendapatkan balasan dari Allah SWT dengan berlipat ganda atas segala ilmu, pengabdian, dan kebaikan yang diberikan kepada anak-anak kami. Amin,” pungkasnya.
Kepercayaan kepada siswa untuk memimpin upacara bukan sekadar tugas seremonial. Bagi para siswa, pengalaman tersebut dapat menjadi ruang belajar untuk mengenal tanggung jawab, kedisiplinan, keberanian berbicara di depan umum, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejak bangku sekolah dasar.
