Gotong Royong Warga Pasir Pogor, Jalan Rusak Kini Kembali Layak

Avatar of Redaksi
Redaksi
30 Mar 2026 09:24
Daerah 0
2 menit membaca

Pojokpublik.id Lebak – Pagi itu, suasana Kampung Pasir Pogor, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, terasa berbeda. Di bawah sinar matahari yang mulai menghangat, puluhan warga berkumpul dengan satu tujuan yang sama, pada Minggu (29/3/2026) memperbaiki jalan lingkungan yang selama ini menjadi keluhan bersama.

Jalan yang sebelumnya rusak dan berlubang bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menyulitkan aktivitas sehari-hari warga. Anak-anak yang berangkat sekolah, ibu-ibu yang berbelanja, hingga para pekerja, kerap harus ekstra hati-hati saat melintas.

Namun pagi itu, keluhan berubah menjadi harapan. Dengan alat seadanya dan semangat yang luar biasa, warga mulai bergerak. Ada yang membersihkan jalan, ada yang menguruk lubang dengan tanah dan batu, dan sebagian lainnya memasang paving block agar jalan lebih kokoh dan rapi.

Tak ada yang berdiri sendiri. Semua saling membantu, saling menyemangati. Tawa dan canda terdengar di sela-sela kerja keras, mencairkan lelah yang perlahan datang. Kebersamaan itulah yang membuat pekerjaan berat terasa lebih ringan.

Tokoh masyarakat, pemuda, hingga perangkat lingkungan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka bukan sekadar simbolis, melainkan ikut terjun langsung, membaur tanpa sekat bersama warga lainnya.

“Alhamdulillah, berkat kebersamaan ini jalan kami bisa kembali layak dilalui. Ini hasil kerja kita semua,” ujar Rohedi, Ketua RT setempat, dengan wajah penuh syukur.

Ia menegaskan bahwa gotong royong bukan hanya soal memperbaiki jalan, tetapi juga memperbaiki hubungan antarwarga. Dari kegiatan sederhana ini, tumbuh rasa saling peduli dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Waktu berjalan, dan tanpa terasa, jalan yang sebelumnya rusak kini mulai berubah. Permukaannya lebih rata, lebih bersih, dan tentu saja lebih aman untuk dilalui. Perubahan itu menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan mampu menghadirkan solusi.

Bagi warga Pasir Pogor, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari menjaga nilai budaya yang telah diwariskan sejak lama. Gotong royong menjadi perekat yang menguatkan hubungan sosial di tengah kehidupan modern yang semakin individual.

Harapan pun tumbuh dari kegiatan ini. Warga ingin semangat seperti ini terus hidup, tidak hanya saat memperbaiki jalan, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan lainnya. Karena mereka percaya, dengan kebersamaan, setiap persoalan dapat dihadapi dan diselesaikan.

Di Kampung Pasir Pogor, gotong royong bukan sekadar kata. Ia hidup, tumbuh, dan menjadi bukti bahwa kekuatan terbesar masyarakat terletak pada kebersamaan. (Dhana Surya)

Pers Nasional
x
x