15 Tahun Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Warga Lebak Menanti Bantuan yang tak Kunjung Datang

Avatar of Redaksi
Redaksi
27 Apr 2026 12:23
Daerah 0
2 menit membaca

Pojokpublik.id LEBAK – Di sudut Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, berdiri sebuah rumah kecil berukuran 3×4 meter yang nyaris ambruk. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang telah lapuk dimakan usia, atapnya bocor, dan sebagian bangunan harus disangga dengan tiang agar tidak roboh.

Di rumah itulah Suryadi (38) tinggal bersama istri dan dua anaknya selama 15 tahun terakhir.

Bagi sebagian orang, rumah adalah tempat berlindung yang aman dan nyaman. Namun bagi Suryadi, rumah justru menjadi sumber kekhawatiran. Setiap kali hujan turun, air merembes masuk ke dalam rumah. Angin kencang pun membuat bangunan itu bergoyang, seolah bisa roboh kapan saja.

“Kalau hujan, ya basah di dalam. Takut roboh juga, tapi mau bagaimana lagi,” ujarnya lirih saat ditemui, Minggu (26/4/2026).

Sehari-hari, Suryadi menggantungkan hidup dari pekerjaan serabutan sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu. Untuk menambah pemasukan, ia mencari kroto (telur semut rangrang) setiap akhir pekan. Namun penghasilan tersebut jauh dari cukup untuk memperbaiki rumahnya.

“Kadang dapat kerja, kadang tidak. Kalau Sabtu biasanya cari kroto,” katanya.

Kesempatan untuk merantau ke kota besar seperti Jakarta pun tak mampu ia ambil. Kondisi fisik yang lemah akibat kecelakaan saat kecil menjadi penghalang.

“Saya tidak kuat. Dulu pernah jatuh dari pohon kecapi waktu masih SD, sejak itu fisik saya lemah,” tuturnya.

Selama ini, bantuan dari pemerintah memang pernah ia terima, namun hanya sebatas bantuan sembako yang sifatnya sementara dan belum menyentuh kebutuhan utama, yakni perbaikan rumah.

“Alhamdulillah pernah dapat bantuan, tapi belum cukup untuk bangun rumah,” ungkap Suryadi. (Dhana S)

Hari Jadi Pandeglang