Keterangan foto : Tol Serang-Rangkasbitung dikeluhkan pengguna jalan, Rabu (25/2/2026)Pojokpublik.id Pandeglang – Sekretaris Ormas Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Provinsi Banten, Egi Hendriawan, menyoroti berbagai permasalahan pada Jalan Tol Serang-Rangkasbitung yang menjadi kekhawatiran bagi pengguna sehari-hari. Menurut Egi, masalah utama yang diangkat adalah minimnya penerangan jalan umum (JPU) yang membuat jalan tol terasa gelap, berpotensi meningkatkan risiko aksi kejahatan dan kecelakaan lalu lintas.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Selasa (24/2/2026), Egi menjelaskan bahwa kondisi penerangan yang kurang memadai di sebagian besar ruas tol tersebut sudah lama menjadi keluhan masyarakat. “Kita sering menerima laporan dari pengguna bahwa di malam hari jalan tol ini sangat gelap, terutama di bagian ruas yang melewati daerah terpencil. Kondisi seperti ini tidak hanya berisiko menyebabkan kecelakaan akibat pengemudi yang tidak dapat melihat dengan jelas, namun juga membuka peluang bagi terjadinya aksi kejahatan terhadap pengguna jalan,” ujarnya.
Selain masalah penerangan, Egi juga mengangkat keluhan terkait tarif penggunaan tol yang dianggap terlalu mahal oleh sebagian besar pengguna. “Banyak masyarakat yang mengeluhkan bahwa harga tiket tol tidak sebanding dengan fasilitas yang diberikan. Padahal jalan tol seharusnya menjadi sarana transportasi yang aman dan terjangkau untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Provinsi Banten,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi jalan tol yang kurang memadai juga berdampak pada mobilitas barang dan jasa di wilayah Banten, terutama di Kabupaten Serang dan Lebak yang terhubung melalui ruas tol tersebut. “Jika masalah ini tidak segera ditangani, akan berdampak negatif pada perkembangan ekonomi lokal dan kenyamanan masyarakat yang bergantung pada jalur tol ini,” jelas Egi.
Organisasi Masyarakat KITA Provinsi Banten mengajak pihak pengelola tol, Dinas Perhubungan Provinsi Banten, serta Kepolisian Daerah Banten untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan. Egi mengimbau agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem penerangan jalan, penambahan titik pengawasan keamanan, serta kajian ulang terhadap tarif penggunaan tol yang lebih sesuai dengan kapasitas masyarakat dan fasilitas yang disediakan.
“Kita berharap pihak terkait dapat mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan ini. Jalan tol seharusnya menjadi solusi untuk mempercepat mobilitas, bukan menjadi sumber masalah baru bagi masyarakat,” pungkas Egi Hendriawan.
