Pojokpublik.id JAKARTA – Enam tahun bukan waktu yang singkat untuk menunggu keadilan. Enam tahun bukan waktu yang manusiawi untuk hidup dalam hunian sementara. Namun itulah kenyataan pahit yang dialami warga Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, korban bencana banjir bandang yang hingga hari ini masih bertahan di tengah keterbatasan dan ketidakpastian.
Di tengah penantian panjang itu, secercah harapan kembali menyala.
Harapan itu datang dari Drs. Ahmad Fauzi, Anggota DPR RI Komisi V dari Daerah Pemilihan Banten I (Lebak–Pandeglang), yang dengan tegas dan penuh empati menyatakan komitmennya untuk mengawal secara serius pemenuhan hunian tetap bagi warga terdampak bencana.
“Saya mengawal secara serius pemenuhan hunian tetap bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Lebak Gedong, yang selama enam tahun masih tinggal di hunian sementara,” tegas Ahmad Fauzi dengan nada penuh kepedulian, Selasa (27/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Fauzi saat menerima audiensi DPRD Provinsi Banten dan DPRD Kabupaten Lebak, sebuah pertemuan yang sarat emosi karena membahas nasib ratusan keluarga yang terlalu lama hidup dalam ketidaklayakan.
Ahmad Fauzi menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, melainkan panggilan nurani. Ia menyampaikan kabar yang selama ini dinanti dengan harap cemas oleh warga Lebak Gedong.
“Kami mendengar langsung bahwa Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) telah menganggarkan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, pada tahun 2025,” ujarnya.
Kabar tersebut menjadi angin segar bagi warga yang selama bertahun-tahun hidup dalam hunian darurat rumah yang tak benar-benar bisa disebut rumah, tempat berlindung yang jauh dari rasa aman dan martabat.
“Ini menjadi harapan baru agar warga segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan bermartabat,” lanjut Ahmad Fauzi, dengan suara yang mencerminkan keberpihakan yang tulus kepada rakyat kecil.
Sebagai anggota Komisi V DPR RI, Ahmad Fauzi menegaskan bahwa dirinya tidak akan berhenti pada janji anggaran semata. Ia berkomitmen untuk mengawal penuh proses ini hingga benar-benar terealisasi, hingga rumah-rumah itu berdiri kokoh dan dapat dihuni oleh warga yang selama ini hidup dalam bayang-bayang trauma bencana.
Bagi warga Lebak Gedong, nama Ahmad Fauzi kini bukan sekadar tercatat sebagai wakil rakyat di Senayan. Ia hadir sebagai penjaga harapan, sebagai suara yang tidak membiarkan penderitaan rakyatnya tenggelam oleh waktu dan birokrasi.
Hari ini, mungkin rumah-rumah itu belum sepenuhnya berdiri. Namun hari ini, warga Lebak Gedong kembali percaya bahwa air mata mereka didengar, bahwa penderitaan mereka diperjuangkan, dan bahwa negara melalui tangan-tangan wakil rakyat yang berani dan berempati akhirnya benar-benar hadir.













