
Jakarta – Revitriyoso Husodo, Ketua Umum Gerak Nusantara, sebuah organisasi jaringan pelaku UMKM, pekerja budaya, dan pekerja migran, dalam wawancara belum lama ini menyatakan bahwa lembaga donor dunia, korporasi dan aktor multinasional yang terdampak kebijakan nasionalis pemerintahan Prabowo-Gibran, negara tetangga, serta oligarki nasional, tengah beroperasi secara masif namun terselubung untuk mendestabilisasi ekonomi dan politik nasional.
Menurutnya, berbagai pihak tersebut mengerahkan antek-anteknya untuk menyerang sejumlah kebijakan strategis pemerintahan Prabowo-Gibran yang sah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saat ini dunia sedang dirundung krisis geoekonomi dan geopolitik yang akut. Dunia yang multipolar, tidak lagi unipolar, menghasilkan pergeseran peta kekuatan ekonomi dunia dari dominasi Barat ke Timur, terutama China, sehingga memunculkan respons berupa perang di berbagai belahan dunia.
Tahun 1945 Indonesia telah berjuang memproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan negara lain. Saat ini Indonesia sebagai negara yang kuat dan berdaulat harus kembali berjuang memproklamasikan kemerdekaannya untuk kedua kalinya, yaitu terbebas dari penjajahan bentuk baru berupa dominasi kekuatan modal asing, demi mewujudkan bangsa yang sejahtera dan berdiri di atas kaki sendiri,” kata Revi.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat luas agar waspada terhadap berbagai hasutan yang terakumulasi dalam isu-isu seperti “Reformasi Jilid 2”, “Menuju Indonesia Bangkrut”, dan berbagai tuntutan aksi massa di sejumlah kota belakangan ini yang dinilainya mengarah pada tindakan makar.
“Dalam alam demokrasi, silakan menyampaikan aspirasi dan hal itu dilindungi undang-undang. Memang implementasi kebijakan pro-rakyat pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih masih menghadapi berbagai persoalan dalam pelaksanaannya. Namun, justru menjadi tugas rakyat untuk memberikan masukan dan dukungan agar program-program tersebut dapat berjalan optimal, bukan karena perintah para bohir demonstrasi,” tegasnya.
Revi yang juga merupakan aktivis 1998 menyampaikan bahwa struktur organisasi Gerak Nusantara di berbagai daerah siap bersama elemen masyarakat lainnya turun ke jalan untuk mengajak seluruh pihak: Membangun persatuan nasional guna melindungi kedaulatan negara dan ekonomi nasional dalam menghadapi kekuatan dari luar serta antek-anteknya di dalam negeri. Membangun ekonomi nasional melalui industrialisasi, memperluas hilirisasi, dan menerapkan kebijakan fiskal yang ketat.
Memberantas korupsi dengan membangun budaya bersih serta memperkuat sistem transparansi keuangan negara.
Teks ini sudah dirapikan dari sisi kapitalisasi judul, ejaan, tanda baca, diksi berita, dan konsistensi penulisan tanpa mengubah substansi pernyataan narasumber.
