Bu Neti (Alm)Pojokpublik.id Lebak – Keluarga besar SD Negeri II Umbuljaya, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten, berduka atas wafatnya guru teladan, Junaeti, yang akrab disapa Bu Neti. Almarhumah meninggal dunia pada Senin, 6 Juli 2026, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan para murid yang pernah dididiknya.
Bu Neti telah mengabdikan diri selama belasan tahun sebagai pendidik di SDN II Umbuljaya. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok guru yang berdedikasi tinggi, ramah, serta memiliki kepedulian besar terhadap peserta didik.
Perjuangan Bu Neti dalam menjalankan tugasnya menjadi inspirasi bagi banyak orang. Tanpa kendaraan pribadi, ia setiap hari berjalan kaki sekitar dua kilometer dari rumah menuju sekolah. Medan yang berbukit, jalan sempit, serta kondisi yang kerap becek dan berlumpur saat musim hujan tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk hadir mengajar.
“Kami sangat kehilangan beliau. Bu Neti adalah sosok yang humanis dan sangat menyayangi anak-anak didiknya. Beliau juga ceria dan selalu membawa suasana penuh canda bersama rekan-rekan guru. Selama kami mengenalnya, beliau tidak pernah mengeluhkan apa pun. Yang selalu terlihat adalah senyum dan semangatnya,” ujar salah seorang rekan kerjanya
Menurutnya, kepergian Bu Neti meninggalkan kekosongan yang sangat terasa, terlebih menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
“Kami sangat merindukan kebersamaan dengan beliau. Biasanya menjelang tahun ajaran baru kami saling bercanda dan menyemangati satu sama lain untuk menyambut murid-murid baru. Kini suasana terasa sepi tanpa kehadiran Bu Neti,” tuturnya.
PGRI Kabupaten Lebak Sampaikan Belasungkawa
Dua hari setelah Almarhumah berpulang, perwakilan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lebak yang dipimpin Ketua PGRI, Efa, mengunjungi rumah duka di Kampung Ciapus, Desa Umbuljaya, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.
“Kami segenap pengurus PGRI Kabupaten Lebak turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Junaeti atau Bu Neti. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Efa.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena baru dapat hadir setelah menerima informasi mengenai kabar duka tersebut.
“Kami mohon maaf baru bisa datang hari ini karena baru memperoleh kabar. Kami juga membawa sedikit bantuan berupa uang takziah hasil kolektif rekan-rekan PGRI. Jangan dilihat dari nilainya, tetapi sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan kami. Terima kasih atas dedikasi Almarhumah selama mengabdi di dunia pendidikan,” katanya.
Keluarga Harapkan Perhatian Pemerintah
Mewakili keluarga, Sitinurjanah menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir memberikan doa dan dukungan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan doa dari semua pihak. Kami juga memohon maaf apabila semasa hidup Almarhumah pernah memiliki kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.
Keluarga juga berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Lebak atas pengabdian Almarhumah yang telah berlangsung selama belasan tahun sebagai tenaga pendidik.
Menurut keluarga, Bu Neti meninggalkan dua orang anak yang masih berusia balita dan membutuhkan dukungan untuk biaya hidup maupun pendidikan. Selain itu, semasa hidupnya Almarhumah juga belum memiliki rumah pribadi dan masih tinggal bersama kedua orang tuanya di Kampung Ciapus, Desa Umbuljaya.
Kepergian Bu Neti menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Lebak. Dedikasi, ketulusan, dan semangat pengabdiannya akan selalu dikenang sebagai teladan bagi sesama pendidik maupun generasi yang pernah merasakan bimbingannya.
