Pojokpublik.id LEBAK, 3 Juli 2026 – Kabar baik datang dari Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Sejumlah komoditas bumbu dapur utama mengalami penurunan harga signifikan dalam beberapa hari terakhir, sehingga meringankan beban pengeluaran masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga bawang merah kini dijual Rp30.000 per kilogram. Angka ini turun drastis dibanding pekan lalu yang masih bertengger di Rp60.000 per kilogram.
Komoditas cabai juga ikut terkoreksi. Cabai hijau turun dari Rp60.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Sementara cabai oranye yang sebelumnya Rp80.000 per kilogram, kinih mengalami penurunan Rp45.000 per kilogram.
Pedagang Pasar Rangkasbitung, Meti, menyebut ada dua faktor utama penyebab penurunan ini.
“Pasokan barang lagi banyak masuk ke pasar. Di sisi lain, pembelinya berkurang karena dapur SPPG sedang libur operasional. Jadi permintaan dalam jumlah besar tidak ada, otomatis harga turun,” jelas Meti saat ditemui di kiosnya, Jumat 3 Juli 2026.
SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi memang menjadi salah satu penyerap bumbu dapur dalam volume besar untuk program makan bergizi. Saat libur, daya serap pasar otomatis berkurang.
Penurunan harga ini langsung dirasakan masyarakat. Yuli warga Rangkasbitung, mengaku sangat terbantu.
“Alhamdulillah banget. Bumbu dapur kan kebutuhan tiap hari. Kalau harganya turun begini, uang belanja bisa dialihkan ke kebutuhan lain. Lumayan buat jajan anak ” ujarnya.
Menurut Yuli, saat harga bawang dan cabai naik, satu kali belanja bisa membengkak Rp20 ribu sampai Rp30 ribu hanya untuk bumbu saja.
Pedagang dan pembeli sama-sama berharap tren penurunan ini bisa bertahan minimal sampai akhir bulan. Stabilitas harga bumbu dapur dinilai penting karena menjadi indikator utama inflasi bahan pangan di daerah.
Pemerintah Kabupaten Lebak diharapkan terus memantau pasokan dan distribusi agar tidak terjadi lonjakan harga mendadak ketika dapur SPPG kembali beroperasi penuh,
Saat ini warga merasa lebih bahagia dengan Adanya penurunan harga bumbu dapur,
(Dhana Surya)