Gubernur Banten, Andra Soni, bersama Anggota DPR RI Dapil Lebak–Pandeglang sekaligus Ketua Umum DPP Petani NasDem, Arif Rahman. Kamis 10 September 2026
Pojokpublik.id Lebak — Desa Sangiangjaya, Kecamatan Cimarga, hari ini tampak berbeda. Tawa bahagia bergema di kebun-kebun yang telah dirawat bertahun-tahun. Akar yang merambat di dalam tanah kini telah tumbuh besar, siap diangkat, dan menjadi berkah bagi seluruh keluarga. Tasyakuran Panen Raya Singkong menjadi bukti kesabaran dan kerja keras yang tak sia-sia.
Kehadiran Gubernur Banten, Andra Soni, bersama Anggota DPR RI Dapil Lebak–Pandeglang sekaligus Ketua Umum DPP Petani NasDem, Arif Rahman, menjadikan hari perayaan ini bukan sekadar seremonial — melainkan momen pengakuan tulus bahwa setiap petani yang merawat tanaman dengan keringat adalah pahlawan ketahanan pangan kita.
Di tengah tumpukan singkong yang baru diangkat dari tanah, Gubernur Andra Soni turun langsung menyapa warga. Ia memegang umbi yang besar itu, merasakan tekstur tanah yang masih menempel, dan menyadari betapa besarnya usaha yang dicurahkan.
“Singkong ini sederhana, tetapi maknanya luar biasa. Ini adalah makanan yang memberi kekuatan kepada keluarga kita, yang menjadi harapan ketika musim sulit datang. Kalian yang menanam, merawat, dan memanennya — kalianlah pilar paling kokoh di Banten,” ujar Andra Soni dengan suara tulus, Kamis (10/9/2026)
Gubernur berjanji akan terus mendorong pengolahan hasil bumi agar nilai jual singkong semakin meningkat, sehingga keringat warga Sindang Jaya terbayar dengan kesejahteraan yang layak.
Sementara itu, Arif Rahman yang sangat memahami perjuangan petani perdesaan, menyampaikan rasa bangganya. Baginya, singkong bukan sekadar umbi. Ia adalah bagian dari kehidupan masyarakat yang tulus, sederhana, dan tak pernah menyerah.
“Kami berdiri di sini bukan sebagai pejabat, melainkan sebagai saudara kalian. Setiap umbi yang kalian angkat dari tanah ini adalah hasil ketekunan, kesabaran, dan doa yang tak pernah putus. Singkong ini bukan milik perseorangan — ini milik seluruh rakyat yang kita beri makan,” kata Arif Rahman dengan mata berkaca-kaca.
Arif menegaskan akan terus memperjuangkan kebijakan yang melindungi petani, memastikan harga hasil tani tetap adil, serta membuka akses pasar yang lebih luas agar singkong Sindang Jaya dikenal dan bermanfaat lebih luas lagi.
Suasana pun berharu ketika para petani menceritakan perjuangan mereka — menanam, menjaga, menunggu, dan berharap panen tiba. Kini, di hadapan pimpinan daerah dan pusat, mereka merasa didengar, diperhatikan, dan dihargai.
“Hari ini kita bersyukur, bukan hanya karena singkong sudah besar dan siap dipanen, tetapi karena kita tahu ada yang memedulikan kami,” ujar salah satu perwakilan petani dengan suara bergetar.
Tasyakuran Panen Raya Singkong di Desa Sindang Jaya pun berakhir dengan harapan yang tumbuh kuat: bahwa bumi akan terus memberi, petani akan semakin sejahtera, dan hasil bumi Sindang Jaya akan menjadi berkah yang mengalir ke meja makan setiap rumah.
