
Pojokpublik.id .Lebak 14 September 2026,Paguron Rantai Kencana sukses menggelar Ritual Budaya Keceran Tjimande yang dirangkai dengan kegiatan Santunan Anak Yatim/Piatu. Acara dengan tema _“Teguh Dina Prinsip, Trengginas Dina Lampah”_ itu berlangsung pada Malam Minggu, 12 September 2026 di Kp. Pasir Eurih Pabuaran RT 009 RW 003, Desa Bojongcae, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.
Kegiatan ini dihadiri Dewan Pendiri Paguron Rantai Kencana “Bakti Kumis”, para sesepuh silat, Paguyuban PRABU, Pengurus Karang Taruna se-Kecamatan Cibadak, Ketua dan anggota BPD Desa Bojongcae, Babinkamtibmas, Babinsa, Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Kepala Koordinator SPPG se-Kec. Cibadak, jajaran Muspika Kec. Cibadak, serta pengurus KESTI TTKKDH tingkat Kecamatan dan Kabupaten. Ratusan warga juga tampak memadati lokasi acara.
Selain sebagai bentuk pelestarian budaya pencak silat aliran Tjimande, acara ini juga menjadi wujud kepedulian sosial Paguron Rantai Kencana kepada anak-anak yatim dan piatu di wilayah Desa Bojongcae dan sekitarnya.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penyematan sabuk kepada seluruh pesilat Paguron Rantai Kencana, penampilan debus ekstrem pimpinan Apendi Gelar, serta atraksi pencak silat dari berbagai paguron di Kec. Cibadak dan sekitarnya. Para pesilat menampilkan jurus-jurus khas Tjimande sebagai warisan budaya leluhur.
*Pernyataan Tokoh:*
*1. Dewan Pendiri Paguron Rantai Kencana, “Bakti Kumis”*
“Ritual Keceran Tjimande merupakan bentuk bakti kepada guru, leluhur, dan Allah SWT, serta sarana mengasah diri dan memperkuat adab pesilat. Saya berpesan agar seluruh anggota Paguron Rantai Kencana menjaga nama baik paguron, menggunakan ilmu silat untuk kebaikan dan melindungi, bukan untuk menyakiti. Kami juga berkomitmen terus peduli terhadap anak yatim dan kaum dhuafa,” tegasnya.
*2. Ketua BPD Desa Bojongcae, Sukanta*
“Kami dari Pemerintah Desa Bojongcae sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini. Kegiatan ini tidak hanya melestarikan budaya leluhur, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial. Semoga bisa menjadi agenda rutin di desa kami.”
*3. Ketua DPC KESTI TTKKDH Kec. Cibadak, M. Lilit Kehusna, S.*
“Atas nama keluarga besar KESTI TTKKDH Kecamatan Cibadak, kami bangga dengan Paguron Rantai Kencana. Ritual Keceran ini adalah jati diri pesilat Tjimande. Di dalamnya ada adab, silaturahmi, dan rasa hormat kepada guru. Mari jaga kekompakan antar paguron agar pencak silat tetap jaya.”
*4. Kapolsek Cibadak, IPTU Agus Supriadi*
“Kami dari Polsek Cibadak mendukung penuh kegiatan budaya dan sosial seperti ini. Pencak silat sejatinya untuk menjaga diri, menjaga budaya, dan menjaga lingkungan. Santunan anak yatim ini bukti pesilat punya hati sosial tinggi. Mari bersama jaga Kamtibmas di Cibadak agar tetap aman dan kondusif.”
*5. Ketua DPD KESTI TTKKDH Kab. Lebak, H. Maman, S.Pd., ST., M.Si.*
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Paguron Rantai Kencana. Ini bukti KESTI TTKKDH di Kabupaten Lebak tidak hanya kuat dalam jurus dan teknik, tetapi juga kuat dalam budaya dan kepedulian sosial. Jadikan silat sebagai pemersatu umat. Lestarikan budaya, jaga adab, dan terus berbuat baik untuk masyarakat.”
*6. Ketua Paguron Rantai Kencana, Iyat R. Ulum S.Pd., Gr.*
Beliau menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk 3 hal utama:
1. Melestarikan budaya dan tradisi pencak silat Tjimande
2. Mempererat silaturahmi antar paguron se-Kec. Cibadak dan sekitarnya
3. Menumbuhkan rasa empati dan kepedulian kepada anak yatim/piatu
“Terima kasih kepada jajaran pengurus Paguron Rantai Kencana, para donatur, dan semua pihak yang sudah mensukseskan acara ini, khususnya Paguyuban PRABU yang sangat antusias mendukung,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim/piatu yang hadir.
