Daerah

Keluarga Pertanyakan Progres, Polisi Segera Gelar Perkara Kecelakaan Maut Pandeglang

Avatar photo
×

Keluarga Pertanyakan Progres, Polisi Segera Gelar Perkara Kecelakaan Maut Pandeglang

Sebarkan artikel ini
Keluarga Pertanyakan Progres, Polisi Segera Gelar Perkara Kecelakaan Maut Pandeglang I PojokPublik
Keterangan foto: Polres Kabupaten Pandeglang.

Pojokpublik.id Pandeglang – Proses penanganan kasus kecelakaan lalu lintas di kawasan Gardu Tanjak yang menewaskan seorang bocah SDN 1 Pandeglang kembali menjadi sorotan. Orang tua korban bersama dua orang saksi mendatangi Ruang Gakkum Satlantas Polres Pandeglang, Rabu (10/2/2026), untuk memenuhi panggilan penyidik sekaligus mempertanyakan perkembangan perkara.

Kehadiran keluarga korban pada pukul 13.00 WIB itu bukan sekadar memenuhi administrasi pemeriksaan, tetapi juga bentuk desakan agar penanganan kasus dilakukan secara transparan dan profesional.

Ayah korban, Muhammad Redho, mengatakan dirinya bersama saksi dimintai keterangan terkait kronologi kecelakaan yang merenggut nyawa anaknya.

“Kami datang untuk memenuhi panggilan penyidik. Ada dua saksi laki-laki yang dimintai keterangan terkait kejadian yang mengakibatkan anak saya meninggal dunia,” ujarnya.

Namun, menurut Redho, keluarga hingga kini masih menunggu kepastian hukum atas kasus tersebut. Ia menegaskan pentingnya keterbukaan dalam proses penyidikan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kami berharap penyidikan dilakukan secara utuh, transparan, dan adil. Kami ingin ada kepastian hukum yang jelas. Jangan sampai kasus ini berlarut-larut tanpa kejelasan,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak kepolisian menyampaikan rencana pelaksanaan gelar perkara pada Kamis (11/2/2026) di Satlantas Polres Pandeglang dengan mengundang keluarga korban serta pihak-pihak terkait.

Bagi keluarga, gelar perkara tersebut menjadi momentum penting untuk mengetahui sejauh mana perkembangan penyidikan dan arah penetapan tanggung jawab hukum dalam kasus ini.

“Kami berharap hasil gelar perkara benar-benar objektif dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Kami juga meminta rekan-rekan media ikut mengawal proses ini,” tambah Redho.

Sementara itu, salah satu saksi, Aditia, mengaku diminta keluarga korban untuk membantu menjelaskan kronologi kejadian kepada penyidik. Ia menyatakan telah memberikan keterangan sesuai apa yang dilihat dan diketahuinya.

“Saya diminta membantu menjelaskan kronologi dan insiden kecelakaan tersebut. Penyidik menanyakan apa yang saya ketahui, lihat, dan alami. Saya menyampaikan semuanya secara kooperatif,” kata Aditia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Satlantas Polres Pandeglang belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyidikan maupun hasil pemeriksaan saksi. Publik pun menanti langkah tegas aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas kasus kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pelajar sekolah dasar tersebut. (Firdaus)