Adapun Prosesi serah terima ini di laksanakan untuk kedua kalinya,yaitu tgl 8 Februari 2026.
Paspampres berencana menjadikannya tradisi tetap setiap Minggu, sehingga publik dapat menyaksikan langsung bentuk disiplin dan komitmen pasukan dalam menjaga kehormatan negara.
Dalam pelaksanaannya, upacara melibatkan berbagai satuan khusus Paspampres. Pasukan Kawal Istana (Walis) dari Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan (Yonwalprotneg) tampil sebagai inti formasi.
Kehadiran Pasukan Berkuda dari Batalyon Kavaleri (Yonkav) menambah nuansa seremonial, sementara iringan musik dari Detasemen Musik (Densik) memperkuat suasana khidmat.
Selain pasukan, prosesi ini juga dipimpin langsung oleh Komandan Komplek (Danplek) Istana merdeka sebagai penanggung jawab wilayah pengamanan.
Kehadiran Danplek menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremonial, melainkan bagian dari sistem pengamanan yang terintegrasi di lingkungan kepresidenan.
Tradisi serah terima pengawalan ini memiliki makna simbolis yang mendalam. Ia mencerminkan kesinambungan tugas pengamanan, sekaligus menjadi representasi kehormatan negara yang dijaga secara berkelanjutan.
“Prosesi ini memperlihatkan bagaimana menempatkan nilai profesionalisme dan disiplin paspampres sebagai fondasi utama,” kata Edwin.





