SPPG 004 Tambakbaya Cidalung Tuai Kekecewaan Warga, Pekerja Didominasi dari Luar Wilayah

Avatar of Redaksi
Redaksi
18 Feb 2026 17:46
Daerah 0
2 menit membaca

Pojokpublik.id LEBAK – Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang dikenal sebagai Dapur MBG di sejumlah daerah dinilai mampu meningkatkan perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Namun berbeda dengan kondisi di SPPG 004 Tambakbaya yang berlokasi di Kampung Cidalung, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Sejumlah warga mengaku kecewa karena tenaga relawan atau pekerja justru didominasi dari luar wilayah setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah relawan di SPPG 004 Cidalung sebanyak 44 orang. Akan tetapi, tenaga lokal yang terlibat hanya sekitar 5 orang, sementara sisanya berasal dari luar daerah.

Ujang, yang akrab disapa Sardong, menanggapi kondisi tersebut. Ia menilai keberadaan SPPG seharusnya dapat membantu masyarakat sekitar, setidaknya membuka kesempatan kerja bagi warga setempat.

“Seharusnya adanya SPPG di wilayah ini membantu masyarakat, minimal membuka lapangan pekerjaan untuk warga sekitar dan bisa membantu perekonomian. Namun di sini berbeda, warga setempat hanya beberapa orang yang menjadi relawan di SPPG 004 Tambakbaya,” ujar Sardong kepada awak media, Rabu (17/2/2026).

Ia menambahkan, kekecewaan warga dinilai wajar karena manfaat keberadaan dapur MBG belum dirasakan secara maksimal oleh masyarakat sekitar.

Sementara itu, Didin selaku koordinator tingkat kecamatan Cibadak menjelaskan bahwa secara aturan tidak ada larangan bagi siapa pun untuk menjadi relawan SPPG.

“Sebenarnya fungsi saya sinkronisasi data. Kalau memang ada persoalan di lapangan bisa dimusyawarahkan bersama di tingkat kecamatan. Di juknis tidak melarang siapa pun ikut menjadi relawan SPPG,” kata Didin saat dikonfirmasi.

Meski demikian, ia menilai secara kepatutan sebaiknya tenaga kerja lokal tetap mendapat porsi.

“Memang tidak melanggar aturan, tetapi alangkah baiknya jika dapur MBG berada di suatu wilayah, tenaga kerjanya juga melibatkan masyarakat setempat. Misalnya dari 50 tenaga kerja, sekitar 30 persen tenaga lokal agar warga bisa berkontribusi dan situasi tetap kondusif,” tambahnya.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar keberadaan dapur MBG benar-benar memberi manfaat serta mampu meningkatkan perekonomian warga di lingkungan sekitar. (Dhana Surya)

Pers Nasional
x
x