Keterangan Foto:Adam Muhamad Surya Bersama Aji Rosyad . Kamis 6 Agustus 2026
Pojokpublik.id LEBAK 6 Agustus 2026– Di tengah berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi Kabupaten Lebak, dua Penggerak Gerakan Pemuda dan Masyarakat sipil menilai sudah saatnya arah kepemimpinan daerah benar-benar berorientasi pada kebutuhan mendasar masyarakat. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pemerataan pendidikan, dan pengentasan kemiskinan dinilai harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pemerintah daerah.
Pendiri Relawan Pembela Masyarakat (RPM), Aji Rosyad, mengatakan bahwa masyarakat mendambakan sosok pemimpin yang memiliki ketegasan dalam mengambil keputusan, kebijaksanaan dalam merumuskan kebijakan, serta keberanian menetapkan skala prioritas pembangunan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Menurutnya, keberhasilan seorang kepala daerah tidak semata diukur dari banyaknya program yang diumumkan atau proyek yang dibangun, melainkan dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat nyata melalui pelayanan publik yang semakin baik dan meningkatnya kesejahteraan.
“Hari ini masyarakat Lebak membutuhkan pemimpin yang tegas, bijaksana, dan fokus pada persoalan yang benar-benar dirasakan rakyat. Fasilitas kesehatan yang memadai, pendidikan yang berkualitas, serta langkah konkret dalam mengurangi kemiskinan harus menjadi prioritas utama. Itulah ukuran keberhasilan pembangunan yang sesungguhnya,” ujar Aji Rosyad.
Aji menilai pembangunan fisik tetap penting, namun tidak boleh mengesampingkan investasi pada kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pelayanan kesehatan dan pendidikan merupakan hak dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian serius agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata hingga pelosok Kabupaten Lebak.
Senada dengan itu, Ketua Umum Gerakan Warga Sipil Banten Bersatu (GWSBB), Adam Muhamad Surya Khadafi, menegaskan bahwa kepemimpinan daerah harus mampu menghadirkan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta mengedepankan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada hasil.
Menurut Adam, tantangan pembangunan di Lebak masih memerlukan langkah-langkah strategis yang terukur, terutama dalam memperkuat layanan kesehatan, meningkatkan mutu pendidikan, menciptakan lapangan kerja, dan menurunkan angka kemiskinan.
“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berani menentukan prioritas. Rakyat membutuhkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses, pendidikan yang berkualitas, serta kebijakan ekonomi yang mampu membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Fokus pada kebutuhan dasar rakyat akan menjadi fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan,” kata Adam.
Ia menambahkan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian masyarakat sipil terhadap masa depan Kabupaten Lebak. Menurutnya, partisipasi publik merupakan elemen penting dalam mendorong lahirnya kebijakan yang lebih efektif dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Kedua penggerak Pemuda tersebut berharap pemerintah daerah terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan riil warga.
Dengan kepemimpinan yang tegas, bijaksana, visioner, dan berorientasi pada kepentingan publik, Kabupaten Lebak diyakini memiliki peluang besar untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, memperkuat sektor pendidikan, menekan angka kemiskinan, serta mewujudkan pembangunan yang adil, merata, dan berkelanjutan.
(Dhana surya)
