Semangat Perjuangan Buruh Perkebunan Sumatera Selatan Menjelang May Day 2026

Avatar of Redaksi
Redaksi
16 Apr 2026 08:19
Opini 0
4 menit membaca

Pojokpublik.id Sumsel – Di tengah hamparan hijau perkebunan kelapa sawit dan karet yang membentang luas di Sumatera Selatan, para buruh perkebunan yang tergabung dalam Federasi Sarekat Buruh Perkebunan Patriotik Indonesia (Federasi SARBUPRI – KBBI) terus menggelorakan semangat perjuangan. Menjelang May Day 2026, atau Hari Buruh Internasional yang akan dirayakan pada 1 Mei mendatang, mereka tidak tinggal diam.

Berbagai kegiatan koordinasi, sosialisasi, dan mobilisasi dilakukan secara masif di pinggir jalan raya, lahan terbuka, hingga kawasan pemukiman sekitar perkebunan. Ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah nyata untuk menyatukan suara ribuan buruh yang memperjuangkan hak atas upah layak, kesejahteraan, dan perlindungan kerja di sektor perkebunan.

Pagi itu, di salah satu ruas jalan provinsi yang dikelilingi rumput hijau dan langit biru cerah, sekelompok buruh SARBUPRI berdiri tegar.

Mereka mengibarkan bendera merah kebanggaan organisasi yang lebarnya hampir seukuran tubuh manusia. Di tengah bendera tersebut terpampang lambang khas berupa pohon kelapa sawit hijau dengan mahkota bintang, dikelilingi lingkaran daun yang melambangkan persatuan dan perjuangan buruh perkebunan.

Beberapa di antaranya mengenakan seragam merah-hitam khas federasi lengkap dengan logo SARBUPRI di dada, sementara yang lain mengenakan pakaian hitam polos atau polo putih.

Meski berbeda pakaian, tatapan mereka sama: penuh tekad. Seorang buruh memegang kertas catatan, sementara yang lain mengacungkan jempol sebagai tanda optimisme. Di belakang mereka, tiang lampu jalan dan papan nama yang samar terlihat, menandakan bahwa kegiatan ini berlangsung di tengah kehidupan masyarakat sehari-hari.

Tak jauh dari lokasi tersebut, suasana semakin hidup. Seorang perwira polisi berbaret biru berdiri di tengah kerumunan buruh sambil memegang selembar kertas dan memberikan penjelasan.

Para buruh mendengarkan dengan seriusada yang mengenakan jaket merah-hitam bertuliskan “SARBUPRI”, ada yang memakai kaos hitam polos, dan ada pula yang bersandar di motor yang diparkir berjejer. Diskusi berlangsung santai namun penuh makna. Ini menjadi bagian penting dari persiapan, yakni koordinasi dengan aparat keamanan agar setiap aksi May Day berjalan damai, tertib, dan aman. Di latar belakang, terlihat deretan toko kecil, dealer sepeda motor, serta kendaraan yang lalu-lalang, memperlihatkan bahwa kegiatan ini menyatu dengan aktivitas masyarakat Sumatera Selatan.

Di kesempatan lain, persatuan tersebut semakin terlihat nyata. Sebuah foto kelompok menampilkan buruh SARBUPRI berdampingan dengan petugas kepolisian.

Mereka berpose rapi sambil mengibarkan bendera SARBUPRI, dengan senyum dan sikap tegas. Beberapa buruh mengacungkan kepalan tangan sebagai simbol perlawanan damai, sementara petugas polisi berdiri di sisi kiri dan kanan dengan seragam resmi. Bendera merah itu berkibar gagah di tengah, seolah menjadi simbol jembatan antara buruh dan negara. Di sekitar mereka, pepohonan hijau, bendera merah putih kecil, serta jalan raya yang lebar menjadi saksi bahwa perjuangan buruh perkebunan merupakan bagian dari kehidupan berbangsa.

Kegiatan-kegiatan ini hanyalah sebagian kecil dari rangkaian panjang yang dilakukan Federasi SARBUPRI – KBBI Sumatera Selatan sepanjang April 2026. Dari Banyuasin hingga berbagai kabupaten lainnya, mereka menggelar pertemuan internal, membagikan informasi, serta melakukan sosialisasi kepada sesama buruh perkebunan.

Tuntutan utama yang akan dibawa ke May Day 2026 mulai dikristalisasi, meliputi peningkatan kesejahteraan buruh, perlindungan dari pemutusan hubungan kerja sepihak, upah yang layak sesuai kontribusi terhadap industri perkebunan nasional, serta jaminan kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan yang penuh risiko. Bagi mereka, May Day bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk menyuarakan aspirasi yang selama ini kerap terabaikan.

Dengan semangat yang tak pernah padam, para buruh perkebunan Sumatera Selatan membuktikan bahwa perjuangan kelas pekerja tetap hidup. Bendera merah SARBUPRI yang mereka kibarkan bukan sekadar simbol, melainkan representasi harapan dan keberanian.

Menjelang 1 Mei 2026, mereka siap turun ke jalan dalam barisan yang lebih besar untuk menyampaikan pesan bahwa buruh perkebunan adalah tulang punggung ekonomi bangsa yang layak mendapatkan pengakuan dan keadilan. Di tanah Sumatera Selatan yang subur, perjuangan ini terus berlanjut dari pinggir jalan hingga panggung nasional. May Day 2026 akan menjadi bukti bahwa suara buruh tidak akan pernah bisa dibungkam.

Hari Jadi Pandeglang
x
x