Hujan Deras Picu Longsor, Rumah Janda Lansia di Lebak Rusak Parah Belum Tersentuh Bantuan

Avatar of Redaksi
Redaksi
11 Feb 2026 10:11
Daerah 0
2 menit membaca

Pojokpublik.id Lebak – Di tengah dinginnya malam usai hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak pada Sabtu (8/2/2026), Enah (74) hanya bisa terdiam menyaksikan bagian rumahnya runtuh perlahan. Tanah di sekitar kediamannya tiba-tiba ambles dan menimpa bangunan sederhana yang selama puluhan tahun menjadi satu-satunya tempat ia berteduh.

Peristiwa tanah longsor itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Kampung Belendung, RT/RW 009/004, Desa Nayagati, Kecamatan Leuwidamar. Material tanah menghantam sebagian bangunan rumah milik janda lanjut usia tersebut hingga mengalami kerusakan berat dan kini dinilai tidak lagi layak huni.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun sejak peristiwa itu, ENAH yang hidup seorang diri terpaksa bertahan dengan kondisi serba terbatas. Ia hanya mengandalkan bantuan sukarela dari para tetangga yang bergotong royong membersihkan puing serta menyediakan kebutuhan seadanya.

“Sudah beberapa hari sejak kejadian, tapi belum terlihat adanya bantuan atau langkah konkret dari pihak desa maupun kabupaten. Padahal kondisi rumah Ibu ENAH sangat memprihatinkan,” ujar salah satu warga sekitar.

ENAH, yang lahir di Lebak pada 10 November 1951, merupakan warga negara Indonesia beragama Islam dan sehari-hari berstatus pengurus rumah tangga. Dalam usia senjanya, ia harus menghadapi musibah kehilangan tempat tinggal tanpa kepastian bantuan.

Kini sebagian dinding rumah retak, lantai amblas, dan struktur bangunan miring. Saat hujan turun, air langsung masuk ke dalam rumah. Warga khawatir longsor susulan dapat terjadi sewaktu-waktu karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil.

Masyarakat berharap pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Lebak segera turun tangan melakukan pendataan, memberikan bantuan darurat, serta menyediakan tempat tinggal sementara yang aman bagi korban. Selain itu, warga juga meminta adanya langkah mitigasi untuk mencegah bencana serupa terjadi kembali.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun instansi terkait mengenai penanganan musibah tersebut. Bagi ENAH, hari-hari kini dilalui dengan rasa cemas setiap mendung datang, kekhawatiran akan longsor susulan kembali menghantui satu-satunya tempat yang masih ia sebut rumah.

Hari Jadi Pandeglang
x
x