Pojokpublik.id Jawa Barat – Brigjen Polisi Sulistyo Pudjo Hartono resmi mendapatkan promosi sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNP) Provinsi Jawa Barat. Pengangkatan ini diumumkan melalui Surat Keputusan resmi dari pusat dengan nomor ST/3/II/SU/KP.04/2026/BNN, tanggal 24 Februari 2026, yang ditandatangani oleh Kepala BNN Sestama Tantan Sulistyana.
Bagi masyarakat Jawa Barat, sosoknya bukanlah wajah baru. Beliau telah lama menjabat di berbagai posisi strategis di wilayah ini, termasuk masa jabatannya sebagai Kabid Humas Polda Jawa Barat yang membuatnya akrab dengan berbagai lapisan masyarakat. Pengalaman itu membuatnya benar-benar memahami kondisi dan tantangan berat yang dihadapi provinsi terbesar di Indonesia terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Dengan lebih dari 25 tahun berkiprah di dunia kepolisian dan bidang penanggulangan narkoba, Brigjen Pol. Sulistyo diharapkan mampu membawa visi yang jelas untuk memperkuat upaya penegakan hukum sekaligus menggerakkan program pencegahan penyalahgunaan zat adiktif yang menyentuh akar masalah.
Profil Singkat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono
Lahir di Makassar pada 22 Agustus 1969, beliau merupakan alumni Akademi Kepolisian tahun 1991, dengan gelar Sarjana Ilmu Komunikasi dan Magister Ilmu Administrasi Negara.
Perjalanan karirnya penuh dengan pengalaman berharga: mulai dari menjabat sebagai Kasat Ops IV Dit Intelkam Polda Jawa Barat dan Pamen Polda Jawa Barat pada tahun 2010. Selanjutnya, beliau ditempatkan di tanah Papua sebagai Pamen Polda Papua, Kapolres Sorong Selatan (2011), hingga Wadir Intelkam Polda Papua (2012).
Beliau kemudian menjabat sebagai Kabid Humas Polda Papua (2013) sebelum kembali ke Jawa Barat sebagai Kabid Humas Polda Jabar pada tahun 2015, periode di mana beliau berhasil membangun tali silaturahmi yang erat antara kepolisian dan masyarakat, hingga kini masih dikenang hangat.
Setelah itu, karirnya terus berkembang: menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Div Humas Polri (2016), Kabag Yan Infodok Biro PID Div Humas Polri (2020), dan sebelum mengemban tugas baru ini, beliau menjabat sebagai Kepala Biro Humas dan Protokol BNN.
Harapan Hangat dari Masyarakat dan Mantan Ketua BPAN Moh Jumri
Masyarakat Jawa Barat menyampaikan harapan yang besar bahwa dengan kepemimpinan Brigjen Pol. Sulistyo, penanganan narkoba di provinsi ini akan menjadi lebih terarah dan menyentuh akar masalah. Banyak elemen masyarakat mengapresiasi pengalaman beliau di bidang humas, yang dipercaya akan memudahkan komunikasi dan koordinasi dengan semua lapisan masyarakat.
Mantan Ketua Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Jawa Barat, Moh Jumri, khususnya mengungkapkan keyakinan terhadap langkah-langkah yang akan diambil. Menurutnya, peredaran narkoba saat ini semakin mengkhawatirkan, bahkan telah menyebar hingga ke pelosok desa dan menjangkiti kalangan pemuda.
“Dengan kedekatan beliau dengan masyarakat yang sudah terbentuk selama menjabat di Polda Jabar, saya berharap program pencegahan bisa lebih masif dan menyentuh komunitas adat serta pemuda di seluruh wilayah Jawa Barat,” ujar Moh Jumri dengan penuh harap, menilai bahwa sosok Brigjen Pol. Sulistyo akan dengan mudah beradaptasi dan bekerja sama dengan masyarakat Jawa Barat.
Dia juga menambahkan bahwa komunitas adat di Jawa Barat siap bekerja sama dengan BNP untuk menggerakkan pemuda adat dalam memantau dan mencegah penyebaran narkoba di lingkungan masing-masing.
“Kita perlu mengedukasi bahwa narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan nilai-nilai budaya dan kebersamaan yang telah kita jaga turun temurun.” ujar Jumri yang juga pernah aktif di isu perburuhan.
Penasehat Padepolan Paduluran Sunda Ki Taufan Siap Bersinergi
Tak hanya dari BPAN, dukungan juga datang dari Penasehat Padepolan Paduluran Sunda Ki Taufan. Beliau menyampaikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Brigjen Pol. Sulistyo dan menyatakan siap bersinergi untuk memperkuat gerakan penanggulangan narkoba melalui aktivitas yang melibatkan masyarakat Sunda di seluruh penjuru Jawa Barat.
“Padepolan Paduluran Sunda memiliki jaringan yang luas di berbagai daerah. Kita siap membantu menyebarkan edukasi tentang bahaya narkoba dan menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama melindungi generasi muda dari ancaman zat adiktif,” ujar Ki Taufan.
Menurutnya, kolaborasi antara BNP Jawa Barat dengan elemen budaya lokal akan menjadi kekuatan tambahan yang luar biasa. Pesan pencegahan narkoba bisa disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai masyarakat setempat, sehingga lebih mudah diterima dan dijalankan.