Perang Iran vs AS-Israel: Anggaran Militer AS 58 Kali Lebih Besar, Prediksi Kemenangan Iran Disebut Ilusi

Avatar of Redaksi
Redaksi
9 Mar 2026 21:28
3 menit membaca

Pojokpublik.id Jakarta – Perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya Israel telah memasuki minggu pertama, dimulai sejak serangan terhadap Iran yang mengakibatkan kematian pemimpin negara tersebut, Ayatolah Ali Khamenei.

Menurut DR Jerry Massie MA, Ph.D, Pakar Politik Amerika dan Internasional sekaligus Direktur P3S, perang ini tidak terlalu sulit bagi AS mengingat hanya sebagian kecil kekuatan militer mereka yang dikerahkan. Hanya 15-20 persen kekuatan AS terlibat, dengan dua kapal induk bernilai Rp200 triliun masing-masing, yakni Abraham Lincoln dan Gerald Ford, yang mampu menenggelamkan 30 kapal perang Iran di Teluk Persia.

Untuk kekuatan udara, AS mengerahkan 200 pesawat tempur, termasuk pesawat bomber paling canggih di dunia yaitu B2 Spirit dengan jangkauan terbang 11 ribu km, harganya Rp35 triliun, dan mampu mengangkut 18 ton bom serta 16 bom nuklir. Selain itu, juga ada pesawat generasi baru penerus F-16 yakni F-35 Lightning II, beserta jet tempur canggih lainnya seperti F-22 Raptor, B83, dan B67.

Salah satu senjata yang menjadi sorotan adalah bom penghancur bunker GBU-57 Massive Ordnance Penetrator yang berhasil menghancurkan pusat rudal balistik dan drone Iran yang berada di bawah tanah. Pesawat F-35 juga menunjukkan kemampuannya dengan menembak jatuh drone canggih Iran Shaded 139 di dekat kapal induk. AS juga menggunakan senjata pamungkas berupa laser Helios yang mampu menghalau dan menghancurkan ratusan drone serta rudal Iran, sementara Israel mengandalkan sistem penangkis Iron Dome.

Menurut Global Navy Index, AS menempati peringkat pertama kekuatan laut dunia dengan skor 100, memiliki 20 kapal utama dan 146 personel kombatan utama, diikuti oleh China dan Rusia. Anggaran militer AS mencapai $895 miliar, jauh melampaui Iran yang hanya $15,45 miliar. Jumlah pesawat tempur AS yang dikerahkan hanya 200 unit dari total 13.043 pesawat, sementara Iran hanya memiliki 551 pesawat tempur.

Serangan Iran hanya berhasil menghantam pangkalan militer AS di Kuwait dan Arab Saudi. Sebaliknya, konektivitas internet Iran hanya tersisa 1 persen, ekonomi negara ini terganggu parah dengan nilai tukar mata uang mencapai 1,4 juta per dolar AS. Serangan Israel dalam waktu 40 menit juga menewaskan 40 pejabat Iran di dalam bunker yang disebut “bunker kiamat” Khamenei di pusat kota Teheran.

Pesawat F-35 Lightning II memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya menjadi salah satu pesawat terbaik di dunia, antara lain teknologi siluman yang sulit terdeteksi radar, kemampuan multi-rol untuk berbagai tugas pertempuran, jangkauan terbang hingga 2.200 km, presisi penyerangan tinggi, dapat beroperasi di berbagai kondisi cuaca, mampu terintegrasi dengan sistem pertahanan udara lainnya, serta memiliki kemampuan upgrade yang tinggi.

Sarana penting Iran juga banyak yang hancur, antara lain bandara terbesar Mehrabad, stadion olahraga Azadi, dan kilang minyak terbesar di kawasan instalasi minyak dan gas Teheran Selatan, yang menyebabkan asap hitam menjulang di langit kota Teheran.

Upaya Partai Demokrat untuk menghentikan perang gagal di Senat dengan perolehan suara 53-47 (Republik unggul) setelah anggota Partai Demokrat Fetterman mendukung oposisi. Di Kongres, Partai Republik juga unggul dengan skor 219-212, sehingga tidak ada lagi hambatan bagi Presiden Trump untuk melanjutkan serangan terhadap Iran. Bahkan, pesawat tempur jenis Doomsday yang dilengkapi panel nuklir baru saja dikirim menuju Teluk Persia.

“Untuk saya, Iran sebaiknya mengangkat senjata karena akan ada banyak pemimpin mereka yang tewas dan fasilitas yang sudah lama dibangun akan terus dihancurkan,” ujar Jerry Massie.

Oleh : DR Jerry Massie MA, Ph.D (Pakar Politik Amerika dan Internasional, Direktur P3S)

Pers Nasional
x
x