Keterangan foto : Wakil ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto, Kamis (6/2/2025) Pojokpublik.id Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto menekankan pentingnya menggandeng langkah diplomasi dan kesiapsiagaan nasional untuk mendukung terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Anton menyatakan bahwa diplomasi harus menjadi prioritas utama, dan pemerintah Indonesia siap untuk membantu kedua belah pihak yang terlibat konflik sebagai mediator.
“Intinya kita harus mengedepankan diplomasi, pemerintah juga siap untuk membantu kedua belah pihak bermediasi,” kata Anton, Senin (10/3/2026)
Selain upaya diplomasi, menurut Anton, pemerintah juga perlu menyusun berbagai langkah antisipasi, khususnya terkait keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik. Ia menegaskan bahwa skenario perlindungan dan evakuasi harus dipersiapkan sejak dini.
“Intinya kita harus siap dari segala macam aspek. Mulai dari bagaimana warga negara kita yang ada di sana bisa kembali ke Indonesia, langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum terjadi kondisi darurat, hingga prosedur pemulangan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan,” jelasnya dengan tegas.
Tak hanya itu, Anton menambahkan bahwa pemerintah juga wajib memberikan panduan yang jelas kepada masyarakat mengenai langkah-langkah penanggulangan jika situasi global memburuk. Tujuannya agar masyarakat lebih siap dan tidak mudah panik.
“Kita tentu berdoa jangan sampai terjadi perang yang lebih besar. Namun jika hal itu terjadi, masyarakat juga perlu mulai mempersiapkan diri dan menghemat apa yang bisa dihemat,” ucapnya.
“Jangan sampai kita tidak tahu harus melakukan apa ketika sesuatu terjadi dan akhirnya panik sendiri. Intinya, semua harus dipersiapkan dari sekarang,” pungkas Anton.
